DKI Akan Copot Waring Kali Item, Respon Warga Beragam

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak sekolah melintasi pinggir Kali Item di sekitar Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 27 September 2018. Kebersihan Kali Item terus dijaga menjelang penyelenggaraan Asian Para Games pada 6-13 Oktober mendatang. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah anak sekolah melintasi pinggir Kali Item di sekitar Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, 27 September 2018. Kebersihan Kali Item terus dijaga menjelang penyelenggaraan Asian Para Games pada 6-13 Oktober mendatang. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana pencopotan waring penutup Kali Sentiong atau Kali Item oleh Pemerintah DKI Jakarta mendapat respon beragam dari warga sekitar. Ada warga yang setuju, dan ada juga yang menolak. Seorang pemilik warung di Jalan Sunter Jaya, Abdul, 45 tahun mendukung waring itu dicopot.

    Baca juga: Waring Kali Item Dicopot, Dinas SDA: Sudah Minta Izin Gubernur

    Alasannya, kasihan melihat petugas Dinas Tata Air dan Dinas Petugas PPSU DKI harus membersihkan sampah setiap hari. Menurut Abdul, para petugas terlihat kesusahan saat membersihkan sampah di atas waring.

    Sementara itu, mereka juga harus membersihkan sampah di bagian bawah bawah waring. "Jadi kerja dua kali kan?," kata Abdul saat ditemui Tempo, Jumat, 16 November 2018.

    Abdul menganggap Kali Item juga tidak menimbulkan bau menyengat. Menurut dia, bau berasal dari Danau Sunter sebelum dikeruk dan dibersihkan. Ada atau tidaknya waring itu dinilai tak mempengaruhi bau.

    Dukungan serupa disampaikan seorang pengantar air, Kohar (42). Kohar yang mulai mengantarkan air ke warung-warung sekitar Jalan Sunter Jaya pada pukul 04.00 kerap melihat petugas kesusahan membersihkan sampah.

    "Ngambilnya susah, pakai perahu dari bawah mukul-mukulin jaring untuk ngumpulin ke pinggir," kata Kohar. Menurut Kohar, setiap pagi sampah terlihat berserakan di atas waring yang lokasinya bersebelahan dengan Wisma Atlet Kemayoran.

    Menurut dia, sampah dihasilkan oleh warga sekitar. "Kalau malam di sini biasa anak muda nongkrong sampai subuh," kata Kohar. Saat nongkrong itu, mereka membuang bungkusan camilannya ke atas waring.

    Warga lain, Mimunah (31) berharap waring tidak dibuka. Alasannya, sejak dipasang waring pada Asian Games 2018, cukup menghambat penguapan bau dari kali. Selain itu, sebagai ibu dari anak yang duduk di bangku kelas 2 SD, Maimunah menilai adanya waring membuatnya merasa aman dan nyaman.

    Baca juga: Waring Kali Item Dicopot, Apa Saja yang Disiapkan Anies Baswedan?

    Dia khawatir jika waring dibuka, anak-anak bisa saja tercebur ke dalamnya tanpa penghalang apa pun. "Kalau mau dibuka, pembatasnya kalau bisa ditinggikan," ucap Maimunah.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendrawan mengatakan, waring di atas Kali Item akan dibuka lantaran akan dilakukan pengerukan lumpur dan membangun sheet pile atau dinding turap beton bantaran Kali Item. "Saya sudah bersurat dengan Pak Gubernur, mohon izin waring kami cabut,” kata Teguh. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.