Skybridge Punya Toilet Pintar, Pedagang: Saya Ga Paham Apa Itu?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi halte yang disebut Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan akan dibangun toilet untuk pengguna jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Lokasi halte yang disebut Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan akan dibangun toilet untuk pengguna jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa pedagang di Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang menyambut rencana pembangunan toilet pintar atau smart toilet di skybridge Tanah Abang. Namun para pedagang itu tak tahu seperti apa konsep toilet pintar tersebut.

    Baca: Skybridge Tanah Abang Pakai Toilet Pintar ala Halte Transjakarta

    "Saya senang kalau ada toilet di atas, tapi saya ga paham apa itu smart toilet," ujar Sobirin, pedagang baju di Jalan Jati Baru Raya kepada Tempo, Sabtu, 17 November 2018.

    Sobirin menuturkan, selama ini para pedagang menggunakan toilet umum yang berada di luar Pasar Tanah Abang. Di sana, pedagang biasanya membayar Rp2.000 - 3.000 sekali pakai untuk jasa kebersihan.

    "Kalau yang di dalam pasarnya gratis, cuma jauh dari sini kan," ujar dia. 

    Direktur PD Sarana Jaya, kontraktor skybridge, Yoory C Pinontoan mengatakan, lokasi toilet pintar untuk pedagang dan pengunjung bakal ada di bagan kiri dan kanan jalan skybridge Tanah Abang. 

    Pembangunan toilet di skybridge Tanah Abang merupakan permintaan PT Kereta Api Indonesia. Para pedagang dan pengunjung skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) tidak diperbolehkan memakai toilet umum di Stasiun Tanah Abang. Alasannya, beban penggunaan toilet stasiun akan bertambah. 

    Aktivitas pekerjaan di tangga utara skybridge Tanah Abang, Kamis, 15 November 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Selain Sobirin, pedagang lainnya juga menyambut positif rencana pembuatan toilet di atas skybridge. Neneng Rahayu, pedagang jilbab, sebelumnya sempat berpikir jika sudah dipindahkan ke atas skybridge, maka ia harus turun ke bawah untuk urusan kakus. 

    "Kalo smart toilet saya ga tau gimana bentuknya, tapi yang penting jumlah toiletnya cukup, bersih, ga pesing. Biar nyaman juga jualannya nanti," ujar Neneng. 

    Smart toilet sebenarnya bukan hal baru di Jakarta. Toilet pintar itu sebelumnya sudah dibangun Oktober 2017 lalu saat pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful di halte Monas dan Balai Kota, Jakarta Pusat. 

    Smart toilet menggunakan sistem tapping untuk pembayaran, sensor otomatis untuk lampu, dan exhaust fan untuk menghemat listrik. Toilet itu menggunakan teknologi tangki air dan septic tank yang mampu mengolah air limbah dari toilet.

    Baca: Ketua DPRD DKI: Ide Skybridge Tanah Abang Ada Sejak Zaman Ahok

    Proyek bangunan skybridge ditargetkan rampung pada 23 November 2018. Namun, PD Sarana Jaya dan PT KAI belum bisa memastikan kapan skybridge dapat beroperasi. "Kami punya usulan ke PT KAI supaya cepat pengadaan barangnya, smart toilet produksi PT Inka," kata Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan kemarin. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.