Skybridge Tanah Abang Belum Rampung, Ini Keluhan Warga jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pedagang kaki lima (PKL) justru menggelar lapak di bawah  skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Puluhan pedagang kaki lima (PKL) justru menggelar lapak di bawah skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat mengeluhkan teralis besi yang membatasi separator Jalan Jati Baru Raya, di bawah Skybridge Tanah Abang. Akibat teralis itu, mereka tak bisa langsung menyeberang dari area Stasiun menuju pasar Tanah Abang. 

    Baca:  Ombudsman Pertemukan DKI-PT KAI, Berebut Lahan Skybridge Dibantah

    "Saya jadi harus muter ke bagian ujung (skybridge). Kalau dulu kan turun dari stasiun tinggal nyeberang," ujar Fatimah, 58 tahun, pengunjung Pasar Tanah Abang saat ditemui Tempo pada Sabtu, 17 November 2018.

    Fatimah bukan satu-satunya orang yang mengeluhkan keberadaan tralis besi itu. Maulina Budiati, pembeli di Pasar Tanah Abang, juga memprotes hal yang sama. Akibat tak bisa langsung menyeberang, Maulina harus berjalan sekitar 300 meter sambil membawa bungkusan plastik besar berisi belanjaannya.

    "Capek jalannya. Belum nanti harus naik tangga ke stasiunnya," ujar Maulina. 

    Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana Jaya, selaku pembuat jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang sebenarnya sudah membuat akses jembatan penghubung antara stasiun dengan skybridge. 

    Bagian penghubung Stasiun Tanah Abang dengan skybridge Tanah Abang masih ditutup seng, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Masyarakat dari Stasiun Tanah Abang yang ingin menuju Blok S, nanti tak perlu turun ke jalan Jati Baru Raya. Mereka dapat menggunakan skybridge atau JPM untuk langsung menuju Blok S. Selain itu, para pedagang di bawah juga akan dipindahkan ke atas skybridge untuk menempati 446 kios yang telah tersedia. 

    Nantinya, kegiatan jual beli dan lalu-lalang masyarakat akan terfokus di atas JPM. Keluhan seperti yang dilontarkan Fatimah dan Maulina dapat terselesaikan. 

    Namun, masyarakat harus bersabar karena JPM Tanah Abang saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan pada Rabu kemarin, progres JPM telah mencapai 96 persen. Anies mengatakan pembangunan skybridge akan rampung pada 23 November 2018. 

    "Tinggal finishing, kemudian terutama halte non-Transjakarta, tanaman rambat, dan tambahan pekerjaan kecil di kanan kiri lokasi kontruksi," ujar Anies Baswedan. 

    Baca: Fasilitas untuk PKL di Skybridge Tanah Abang Tidak Gratis

    Sedangkan menurut Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan, pihaknya tengah mendesain toilet untuk skybridge Tanah Abang. Pembuatan toilet itu merupakan permintaan PT Kereta Api Indonesia. Untuk lokasinya, Yoory mengatakan toilet akan ditempatkan di halte yang berada di sekitar JPM. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPK Berencana Menghapus Hasil Penyadapan 36 Perkara

    Terdapat mekanisme yang tak tegas mengenai penghapusan hasil penyadapan 36 penyelidikan yang dihentikan KPK.