Penyebab Tahanan Polresta Depok Tewas di Sel Masih Misteri

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Depok - Tahanan Kepolisian Resor Kota Depok Yulius Lucas Tahapary ditemukan tewas pada Rabu pekan lalu setelah dua hari mendekam di sel. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kematian pria berusia 35 tahun yang diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor tersebut.

    Berita sebelumnya: 

    Tersangka Curanmor Meninggal di Tahanan Polresta Depok

    Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri R. Sukanto, Kramat Jati, Komisaris Besar Edi Purnomo, menyatakan belum mengetahui penyebab kematian Lucas. “Kemungkinan besar sakit, tapi nunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” kata Edi kepada Tempo, Ahad, 18 November 2018. “Bisa makan waktu 1-2 minggu.”

    Istri mendiang Yulius, Reni Agustina, belum bisa banyak berkomentar mengenai kematian suaminya karena masih berduka. “Tapi memang kami tidak mengizinkan dilakukan autopsi,” ujar Reni di kediamannya, RT 05 RW 21 Kelurahan Mekarjaya Kecamatan Sukmajaya Kota Depok, pada Sabtu lalu.

    Juru bicara Polresta Depok, Ajun Komisaris Firdaus, memastikan tak terjadi kekerasan terhadap Yulius sebelum ditemukan tak sadarkan diri sekitar pukul 12.00 WIB. Namun dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan lebam di lengan kiri bawah dan pinggang. Adapun untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian harus dilakukan otopsi.

    Firdaus menerangkan bahwa petugas piket di depan ruang tahanan segera melarikan Yulius yang tak sadarkan diri ke rumah sakit. Keluarga Yulius juga langsung dihubungi. "Di RS Polri, pihak keluarga mendapat penjelasan langsung dari dokter. Untuk penyebab kematiannya masih belum tahu," ujarnya.

    Firdaus menjelaskan, di RS Polri, pihak keluarga Yulius diwakili oleh kakak kandungnya. Berdasarkan pernyataan kakaknya, jasad Yulius tidak diizinkan untuk diautopsi. Itu sebabnya hasil pemeriksaan sementara adalah penyebab kematian belum dapat diketahui lantaran tidak dilakukan visum dalam.

    Polresta Depok membantu pemulangan jenazah dari RS Polri sampai ke rumah duka. Bahkan polisi menyelidiki kematian Yulius di sel tahanan, antara lain, dengan memeriksa petugas piket.

    Baca: Kalau Tahanan Kota Ditolak Lagi, Ratna Sarumpaet Mengaku...

    "Pak Kapolres menyampaikan turut berduka kepada pihak keluarga, dan perwakilan dari Polres Depok sudah datang ke rumah almarhum," kata Firdaus terkait kematian tahanan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.