PD Sarana Jaya Pasang 4 Toilet Pintar di Skybridge Tanah Abang

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kios seukuran 2 x 1,5 meter di skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Kios seukuran 2 x 1,5 meter di skybridge Tanah Abang, Sabtu, 17 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Jakarta - PD Sarana Jaya telah mendirikan empat smart toilet (toilet pintar) di jembatan penyeberangan multiguna atau  skybridge Tanah Abang di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 19 November 2018.

    Baca: Skybridge Tanah Abang Belum Rampung, Ini Keluhan Warga Jakarta

    Untuk operasional  skybridge, nanti dikelola oleh PT Sarana Wisesa. Prabowo, pimpinan PT Sarana Wisesa, mengatakan empat toilet yang dibangun PD Sarana Jaya itu berada dekat Stasiun Tanah Abang. "Jadi di sisi kiri ada dua dan kanan dua," kata Prabowo saat ditemui di kantornya.

    Prabowo mengatakan, toilet tersebut belum bisa difungsikan. Sebabnya, pembangunan skybridge belum rampung. Pembangunan jembatan layang tersebut ditargetkan selesai 23 November 2018. "Hingga hari ini baru selesai 97 persen," ujarnya.

    Praobwo menjelaskan smart toilet menggunakan sistem tapping untuk pembayaran, sensor otomatis untuk lampu, dan exhaust fan untuk menghemat listrik. Toilet itu pun menggunakan teknologi tangki air dan septic tank yang mampu mengolah air limbah dari toilet. "Proposal toilet yang diajukan memang seperti itu."

    Skybridge bakal menjadi jembatan penghubung antara Stasiun Tanah Abang dengan Pasar Blok G Tanah Abang. Di dalam jembatan itu juga didirikan 446 kios untuk pedagang yang awalnya berjualan di lapak yang berada di Jalan Jatibaru.

    Baca: PKL Skybridge Tanah Abang Dipungut Retribusi Rp 500.000 Per Bulan

    Dengan adanya kios di skybridge Tanah Abang, kata Prabowo, diharapkan para pedagang tidak lagi menggelar lapak di jalan dan trotoar. Namun, kata dia, PD Sarana Jaya belum bisa memastikan waktu jembatan tersebut diresmikan. "Jumat besok target fisik selesai. Untuk diresmikan kami masih menunggu kabar lagi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.