PAM Jaya: Penabrak Pipa Air di Puri Indah Harusnya Ganti Kerugian

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipa air di kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, bocor setelah tertabrak mobil,  Rabu, 21 November 2018. Bocornya pipa menyebabkan semburan air hingga setinggi 3 meter. Foto/TMC Polda Metro Jaya

    Pipa air di kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, bocor setelah tertabrak mobil, Rabu, 21 November 2018. Bocornya pipa menyebabkan semburan air hingga setinggi 3 meter. Foto/TMC Polda Metro Jaya

    TEMPO.CO, Jakarta -Pipa air PT PAM Jaya di kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat bocor pada Rabu pagi tadi, 21 November 2018. Bocornya pipa tersebut diakibatkan tertabrak oleh sesuatu yang diduga sebuah mobil.

    Pengendara yang menyebabkan fasilitas milik PAM Jaya rusak itu seharusnya melakukan ganti rugi. "Tapi masalahnya yang nabrak sudah jalan (pergi)," ujar Direktur Utama PT PAM Jaya Bambang Hernowo saat dihubungi Tempo pada Rabu, 21 November 2018, terkait terjadinya pipa air bocor akibat ditabrak itu.

    Baca : Tertabrak Mobil, Pipa Air di Puri Indah Menyembur 3 Meter

    Hernowo mengatakan saat ini pihak dari PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) sedang memperbaiki pipa yang bocor itu. Pipa itu diperkirakan bocor pada Rabu subuh.

    Hernowo mengatakan bagian yang rusak akibat tabrakan adalah bagian air valve atau aksesoris perpipaan untuk release udara. Akibat lepasnya aksesoris itu, air dalam menyembur air hingga setinggi tiga meter.

    Akibat semburan air itu, laju kendaraan di Puri Indah dari kedua arah tersendat. Kendaraan, khususnya motor, harus melaju pelan untuk menghindari semprotan air dari pipa tersebut.

    Simak juga :
    Mayat Dalam Drum, Amien Rais: Kejar Terus Sampai Aktor Intelektualnya

    Di akun instagram @jktinfo, beberapa pengendara motor mengeluh, karena harus menepi dan memakai jas hujan untuk melewati muncratan air.

    "Jadi pakai jas ujan dah cuma buat lewat ini doang," ujar seorang netizen dengan akun @merirariram  tentang bocornya pipa air tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.