Wagub DKI Masih Kosong, Ketua DPRD: Penghulunya Sudah Horny Nih

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden, Sandiaga Uno melakukan salam komando dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi setelah membacakan surat pengunduran diri sebagai wakil Gubernur dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sebelumnya, Sandi telah mengajukan surat pengunduran diri pada 9 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Calon wakil presiden, Sandiaga Uno melakukan salam komando dengan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi setelah membacakan surat pengunduran diri sebagai wakil Gubernur dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta, Senin, 27 Agustus 2018. Sebelumnya, Sandi telah mengajukan surat pengunduran diri pada 9 Agustus 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta kursi Wakil Gubernur  atau Wagub DKI Jakarta sudah terisi pejabat baru pada Januari 2019. 

    "Saya tinggal nunggu surat (nama wagub) ini, penghulu sudah horny," ujar Prasetio dalam diskusi Tarik Ulur Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat,  paa Rabu 21 November 2018. 

    Baca juga: Wagub DKI Alot, Ketua DPRD: Jangan Dibuat Ribet, Tinggal Suit Aja

    Prasetio mengatakan saat ini sisa masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih 4 tahun. Oleh sebab itu, ia meminta agar nama wagub segera diberikan kepadanya untuk segera diputuskan sebelum akhir tahun 2018. 

    Alasan Prasetio meminta nama wagub sudah ada sebelum akhir tahun, karena melihat serapan anggaran yang cukup rendah tahun ini. Ia memprediksi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) akan cukup besar. 

    "Tolong lah namanya kasih ke saya. Nanti tinggal saya bawa, divoting di dewan. Saya mendukung nih," ujar dia. 

    Pada awal bulan November lalu, PKS dan Partai Gerindra telah mengadakan pertemuan di kantor  DPD Gerindra, Kemayoran, Jakarta Pusat dan sepakat calon wagub DKI akan diusulkan hanya dari PKS. 

    Selain itu, kedua partai sepakat membentuk sebuah badan penentuan cawagub DKI Jakarta yang akan melakukan fit and proper test terhadap calon Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

    Taufik, selaku inisiator pertemuan, mengatakan uji kepatutan dan kelayakan cawagub DKI akan lebih dulu dilakukan badan tersebut, sebelum menyerahkan namanya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

    Sebelumnya, kedua partai belum membuat timeline kerja badan fit and proper test. Anggota penguji, menurut Taufik, bisa anggota partai ataupun pakar, tergantung pada keputusan partai.

    Simak juga: 4 Fraksi di DPRD Jakarta Tolak Agung dan Syaikhu untuk Cawagub

    "Dalam tempo sesingkat-singkatnya (akan dirumuskan), kaya merumuskan kemerdekaan saja," ujar Taufik.

    Namun, hingga saat ini Gerindra dan PKS belum menggelar uji kelayakan calon Wagub DKI yang telah mereka sepakati. Sebab, di kedua partai sedang sibuk menyusun nama yang akan masuk dalam tim fit and proper test itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.