Spekulasi Motif Mayat dalam Drum: Dendam, Utang, Atau Perampokan?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengawal tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, berinisial MN, seusai penangkapan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. ANTARA

    Polisi mengawal tersangka pelaku pembunuhan terhadap mantan wartawan Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, berinisial MN, seusai penangkapan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 21 November 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Keluarga menduga Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, 43, tewas karena perampokan. Mereka meyakini Dufi yang ditemukan telah menjadi mayat dalam drum pada Minggu 18 November 2018 tak memiliki musuh dalam hidupnya.

    Baca berita sebelumnya:
    Satu Orang Ditangkap dalam Kasus Mayat dalam Drum Tak Dikenal Pak RT

    "Saya tanya ke teman kerjanya, dia baik dan peduli sesama rekan kerjanya. Bahkan dengan petugas keamanan kantor juga baik," kata Muhammad Ali Ramdhani, adik Dufi, Selasa 20 November 2018.

    Rumah Abdullah Fithri Setawan atau Dufi di TGS Cluster Catalina yang ditemukan tewas di dalam drum pada hari minggu pagi terlihat sepi, keluarga masih di di wilayah Semper Jakarta Utara untuk proses pemakaman, Senin 19 November 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Keyakinan itu masih dipegangnya hingga hari ini, Rabu 21 November 2018. Ramdhani mengatakan telah menjalani pemeriksaan oleh polisi. Dia juga ditunjukkan barang bukti milik kakaknya yang telah ditemukan dan disita polisi dari penangkapan atas seseorang di Bekasi. Tapi tetap tak jelas motif dari terduga pelaku tersebut.

    Keluarga menduga motif yang ada adalah perampokan karena barang-barang yang dibawa seperti laptop, buku rekening, dan mobil Dufi masih hilang. Keluarga menuturkan kalau Dufi meninggalkan rumahnya di Pagedangan, Tangerang, Jumat pagi lalu, mengendarai satu unit mobil Toyota Innova putih.

    Baca:
    Kata Keluarga Soal Polisi Belum Beri Info Motif Pembunuhan Dufi

    "Kalaupun dendam, pasti pelaku hanya menghabisi orangnya saja, tidak mengambil barang-barangnya," kata Ramdhani.

    Lokasi penemuan mayat pria bugil dalam drum plastik, di Desa Kembangkuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu 18 November 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    Ramdhani juga menepis adanya kemungkinan utang piutang di balik kematian sang kakak. Menurutnya, Dufi memang pernah hendak pinjam uang Rp 116 kepadanya tapi itu dipastikan bukan untuk bayar utang.

    "Pernah tanya ke saya, apakah punya uang Rp 116 juta? Saya bilang tidak ada. Saya tanya balik untuk apa? Beliau menyebutkan untuk advertising dan nanti cair Desember atau Januari," kata Ramdhani.

    Baca juga: 
    Mayat dalam Drum Terkait Investigasi Mobil Esemka? Ini Kata TVMU

    Sebelumnya Direksi TV Muhammadiyah, tempat Dufi bekerja sebelum kematiannya, juga menepis pemberitaan yang mengaitkan pembunuhan Dufi dengan investigasi terhadap program Mobil Esemka. TVMU menegaskan Dufi bukan wartawan di perusahaan itu.

    "Selama ini redaksi TVMU tidak pernah menugaskan wartawan TVMU untuk menginvestigasi Mobil Esemka, termasuk almarhum Dufi," bunyi satu dari 10 butir pernyataan TVMU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.