Cegah 2025 Jakarta Jadi Lautan, DKI Buat 1.333 Sumur Resapan

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumpukan crosswave disusun dalam proyel pembuatan kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan crosswave dalam sumur resapan memungkinkan untuk mengurangi beban air yang masuk ke sungai dan mengurangi resiko banjir pada masa musim penghujan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Tumpukan crosswave disusun dalam proyel pembuatan kolam resapan di parkiran gedung Balai Besar wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/11). Penggunaan crosswave dalam sumur resapan memungkinkan untuk mengurangi beban air yang masuk ke sungai dan mengurangi resiko banjir pada masa musim penghujan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta berencana membuat 1.333 sumur resapan atau drainase vertikal pada 2019. Sumur resapan itu sebagai respon terhadap pidato calon presiden Prabowo Subianto yang memprediksi air laut akan mencapai Bundaran HI pada 2025. 

    Baca juga: Kata Anies Soal Prabowo Sebut 2025 Bundaran HI Jadi Laut

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Ricki Marjohan mengatakan sumur resapan untuk mencegah permukaan tanah di Jakarta semakin turun.  "1.333 itu sumur dangkal, untuk menghilangkan genangan dan konservasi air. Kemudian ada sumur yang sedang juga," ujar Ricki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 22 November 2018.

    Selain berguna untuk konservasi air ke dalam tanah, kata Ricki, sumur resapan berguna untuk memasukkan air ke dalam gorong-gorong, sehingga mempercepat air surut.

    Ricky mengatakan pembangunan itu akan dilakukan di seluruh Jakarta, khususnya di daerah komunal atau padat masyarakat yang tak memiliki selokan. "Kecuali Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu," ujar Ricki. 

    Anies Baswedan optimistis Jakarta tak akan tenggelam pada 2025. Pernyataan Anies itu menjawab pidato Prabowo Subianto yang memprediksi air laut akan mencapai Bundaran HI pada 2025. 

    "Sedang dibangun NCICD (tanggul laut rasaksa) oleh pemerintah pusat di pantai Jakarta, itu kami akan teruskan dan tuntaskan," ujar Anies Baswedan di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Rabu malam, 21 November 2018. "Harapannya tanggul untuk menjaga dan mengamankan (air laut masuk)," kata Anies Baswedan. 

    Anies Baswedan tak menampik permukaan air di Jakarta, khususnya di bagian utara, terus mengalami penurunan. Oleh sebab itu, ia mengatakan, akan membangun sumur resapan agar permukaan tanah tak menjadi di bawah air.

    Baca juga: Prediksi Jakarta Tenggelam, Menteri PUPR Sepakat Pendapat Prabowo

    Menurut Ricki jumlah vertikal drainase akan sangat tergantung pada kebutuhan di suatu wilayah. "Kalau banjir 50 meter kubik, kami bisa bangun 70 meter kubik sumur resapan," ujar Ricki. 

    Ia mengatakan sudah menguji coba teknologi vertikal drainase itu sebelum diaplikasikan lebih luas lagi. Namun, untuk hasil dan lokaisnya, Ricki tak mau menyebutkan. Ia meminta masyarakat bersabar sampai Januari 2019, saat program itu diluncurkan. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.