Dahnil Anzar Diperiksa Polda Metro: Jangan Dikait-kaitkan Politik

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    Juru bicara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono meminta pemeriksaan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar tidak dikait-kaitkan dengan politik. Dahnil adalah juru bicara dari tim kampanye pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2019.

    Baca juga: Kemah Pemuda, Polisi: Dahnil Kembalikan Uang Rp 2 M ke Kemenpora

    "Tidak usah dikaitkan dengan politik. Kalau misalkan pidana murni ya pidana murni, nggak usah mengkait-kaitkan," kata Argo di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

    Argo membenarkan pemeriksaan Dahnil dan Ahmad Fanani hari ini di Polda Metro Jaya. Keduanya, kata Argo, diperiksa sebagai saksi atas dugaan pemyimpangan penggunaan anggaran Kemenpora untuk acara Kemah Pemuda Islam Indonesia tahun anggaran 2017.

    Argo berujar polisi menindaklanjuti dugaan penyimpangan anggaran tersebut atas adanya laporan dari masyaeakat. Laporan itu, kata Argo, ditindaklanjuti polisi dengan melakukan penyelidikan.

    Setelah penyelidikan, Argo menambahkan, polisi melakukan klarifikasi. Untuk dugaan penyimpangan yang melibatkan Dahnil, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan klarifikasi dari Kemenpora dan GP Ansor.

    "Pak Fanani kemarin kami mintain klarifikasi, kami undang tapi tidak hadir," ujar Argo. Argo menuturkan polisi telah memiliki bukti petunjuk, keterangan saksi, dan keterangan ahli.

    Baca juga: Dahnil Anzar Sebut Pemeriksaan Dirinya Hanya Cari-cari Kesalahan

    "Jadi mulai dilakukan gelar perkara, ternyata memenuhi unsur tindak pidana. Sehingga dinaikkan menjadi penyidikan oleh penyidik Tipikor Polda Metro Jaya," tutur Argo.

    Argo kembali mengingatkan bahwa dugaan penyimpangan oleh Dahnil Anzar tersebut murni kasus tindak pidana. Ia mengatakan polisi telah melakukan pemeriksaan berdasarkan profesionalisme kepolisian yang ada.

    "Kami tidak menghalang-halangi dan tidak mengada-ada. Tapi ini sesuai dengan adanya audit dan laporan masyarakat," ucap Argo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.