3 Pulau Reklamasi Dikuasai DKI, Anies Baswedan Siapkan Nama Baru

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau salah satu kawasan di pulau reklamasi Teluk Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Anies juga menyegel lahan pulau C walau belum ada bangunan atau aktivitas pembangunan. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau salah satu kawasan di pulau reklamasi Teluk Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018. Anies juga menyegel lahan pulau C walau belum ada bangunan atau aktivitas pembangunan. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan memberikan nama baru untuktiga  pulau reklamasi C, D, dan G. Anies Baswedan berujar, nama baru itu rencananya diumumkan Senin pekan depan.

    Baca juga: Anies Baswedan Tugaskan Jakpro Kelola Reklamasi, Dinilai Prematur

    "Senin baru saya umumkan," kata Anies Baswedan ketika berbincang dengan awak media, pada Sabtu, 24 November 2018.

    Pemberian nama baru menjelang ketiga pulau reklamasi itu akan dibangun. Anies Baswedan menuturkan telah menemukan beberapa nama. Namun, dia belum memutuskan nama yang tepat.

    "Sudah ada beberapa nama, tapi masih dipikirkan," ujar dia.

    Anies Baswedan menunjuk PT Jakarta Propertindo alias Jakpro untuk mengelola pulau reklamasi C, D, dan G. Dasar hukumnya adalah Peraturan Gubernur Nomor 120 Tahun 2018 yang baru disahkan pada 16 November 2018.

    Pemprov DKI, kata Anies Baswedan, memilih Jakpro sebagai pengelola karena relevan dalam pembangunan dan pengelolaan properti. Setelah Jakpro menyusun rencana kelola, Pemprov DKI diharapkan memiliki panduan rancang kota di Pulau C, D, dan G.

    Berdasarkan isi pergub, Anies Baswedan menugaskan Jakpro mengelola tanah hasil reklamasi pantai utara Jakarta selama sepuluh tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.