Tuntut Grace Natalie Minta Maaf, PPMI Ancam Demo Kantor PSI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PSI Grace Natalie pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PSI Grace Natalie pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta, 15 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    JAKARTA - Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair menuntut Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie meminta maaf terkait pernyataannya menolak Perda Syariah. Jika tidak dilakukan, Zulkhair menyatakan akan mengerahkan massa berdemonstrasi ke kantor PSI.

    Baca berita sebelumnya:
    Penyidik Ajukan 21 Pertanyaan untuk Pelapor Grace Natalie

    Tuntutan dan ancaman itu disampaikan Zulkhair lewat kuasa hukumnya, Pitra Romadoni Nasution. “Kami meminta saudari ini (Grace) untuk meminta maaf dalam waktu 3x24 jam,” ujar Pitra di Polda Metro Jaya, Sabtu 24 November 2018.

    Jika tidak meminta maaf, lanjut Pitra, serikat pekerja yang tergabung dalam PPMI berencana berunjuk rasa di kantor PSI. Pitra bahkan menyebut Zulkhair telah membahas rencana demonstrasi tersebut. 

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menyampaikan orasi saat deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi (Pertiwi) di Jakarta, Sabtu, 17 November 2018. Pertiwi berharap Jokowi-Ma'ruf dapat mewujudkan mimpi Indonesia yang damai, sejahtera, lebih maju, yang berkeadilan serta berasaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 45. ANTARA

    Pernyataan yang ia maksud disampaikan Grace saat berpidato dalam acara ulang tahun PSI yang keempat di ICE BSD, Tangerang Selatan, Ahad, 11 November 2018. Saat itu Grace menyatakan PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini.

    Baca:
    Tolak Perda Syariah, Grace Natalie: Saya Tak Anti Agama

    "PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa," kata Grace Natalie dalam pidatonya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.