Niat Mancing Malah Hanyut, Satu Orang Tewas dan Dua Masih Hilang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang hanyut. shutterstock.com

    Ilustrasi orang hanyut. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bogor – Satu orang tewas dan dua orang lainnya masih hilang di aliran anak sungai Cisadane di Kampung Bojong Abuya, Desa Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Ketiganya warga Teluknaga, Kabupaten Tangerang, datang ke lokasi berniat memancing ikan sebelum ditemukan hanyut.

    Baca juga:
    Tersangka Ketiga Pembunuhan Dufi Sembunyi di Sukabumi

    Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor, Ajun Komisaris Ita Puspita, mengatakan ketiganya hanyut di Kali Cianten pada Sabtu pagi sekitar Pukul 10 WIB, 24 November 2018. Mereka, berdasarkan kartu identitas yang tertinggal di tepian kali, terdiri dari Edi Gunawan (40), Budi Arsanto (35), dan Tazil (35).

    “Sesampainya di bibir sungai, salah satu korban atas nama Edi Gunawan terpeleset dan tercebur ke sungai,” kata Ita, Minggu 25 November 2018.

    Pemandu membantu pewarta foto yang terjatuh saat berarung jeram di Sungai Cianten, Bogor, Jawa Barat, 16 Januari 2016. Sungai Cianten merupakan anak Sungai Cisadane, alirannya cukup stabil karena di atas lokasi start merupakan dam yang berfungsi untuk PLTA. TEMPO/Amston Probel

    Melihat temannya jatuh, lanjut Ita, dua orang teman lainnya hendak menolong namun ikut terbawa arus sungai dan tenggelam. Melihat kejadian itu, dua orang warga yang sedang melintas yakni Ayus dan Rega berusaha menolong. “Namun tak berhasil,” kata Ita.

    Baca juga:
    Jaksa Kembalikan Berkas, Polisi Akan Periksa Lagi Ratna Sarumpaet

    Selang waktu 30 menit, Rega melihat korban Edi Gunawan sudah terbawa arus sekitar 20 meteran dan tidak bernyawa. Kemudian mereka meminta bantuan warga dan kepolisian setempat. “Akhirnya korban Edi Gunawan berhasil dievakuasi. Namun korban Santo dan Tazil belum ditemukan,” kata Ita.

    Hingga berita ini dibuat, pencarian terhadap Budi dan Tazil belum membuahkan hasil. Pencarian dilakukan Kepolisian, BPBD dan warga sekitar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.