Diancam Didemo, Ini Alasan PSI Bela Ketua Umum Grace Natalie

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendaftarkan 575 bakal calon anggota legislatif 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendaftarkan 575 bakal calon anggota legislatif 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni tetap meyakini ketua umumnya, Grace Natalie, tidak bersalah. Dia menanggapi ancaman untuk meminta maaf dan kalau tidak akan didemo kalau Grace Natalie tidak meminta maaf atas isi pidato yang menolak perda berlandaskan agama termasuk perda syariah.

    Baca berita sebelumnya:
    PPMI Ancam Demo Grace Natalie, Sekjen PSI: Silahkan Datang

    Pidato penolakan Perda Syariah dan Injil yang disampaikan Grace Natalie dalam acara ulang tahun PSI keempat di Tangerang Selatan pekan lalu dinilai Raja tidak memiliki unsur pidana. "Kami merasa ini adalah platform partai kami, yang kami sampaikan kepada internal partai, dan tidak ada pidana sama sekali," katanya ketika dihubungi, Minggu 25 November 2018.

    Selain itu, Raja mengatakan proses hukum yang dijalankan oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya juga sedang berlangsung atas pelaporan oleh Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), Zulkhair . Itikad baik, ujar Raja, pun sudah ditunjukkan Grace dengan memenuhi panggilan pemeriksaan, dan tanpa membawa massa.

    Baca juga:
    Penyidik Ajukan 21 Pertanyaan untuk Pelapor Grace Natalie

    Pengunjung berfoto di depan karangan bunga ukuran 4x12 meter dari Partai Solidaritas Indonesia untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota DKI, 26 April 2017. TEMPO/Friski Riana

    "Kepolisian yang akan memutuskan apakah Ketua Umum kami bersalah dalam pidatonya atau tidak, ada tindak pidana atau tidak," kata Raja lagi.

    Grace dilaporkan PPMI atas dugaan penistaan agama. Pidato soal Perda Syariah itu dianggap mengandung unsur permusuhan serta ujaran kebencian terhadap agama dan melangkahi konstitusi negara lantaran perda telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014.

    Baca:
    Tolak Perda Syariah, Grace Natalie: Saya Tak Anti Agama

    Grace ketika memenuhi panggilan polisi sebagai saksi terlapor telah menjawabnya bahwa isi pidatonya merupakan penegasan terhadap komitmen PSI untuk menjaga Pancasila dan nilai-nilai yang dianut PSI sebagai partai politik.

    "Kami percaya bahwa pemilih-pemilih PSI adalah orang-orang yang justru akan menghargai perjuangan kami," tutur Grace Natalie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.