PMI Gratiskan Biaya Kantong Darah untuk Warga Tangerang Selatan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kantong darah/golongan darah. Shutterstock

    Ilustrasi kantong darah/golongan darah. Shutterstock

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran untuk menanggung biaya kantong darah bagi warganya tahun depan. Anggaran untuk menggratiskan biaya kantong darah tersebut sudah ditetapkan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 14 Tahun 2017 tentang biaya pengganti pengolahan darah.

    Baca juga:
    Seorang Perempuan di Ciputat Bunuh Diri dengan Cara Bakar Diri

    "Sebetulnya perencanaannya untuk 2018. Anggarannya kalau tidak salah Rp 1,5 miliar," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie usai pelaksanaan Peringatan Hari Kesehatan Nasional, di lapangan Kecamatan Pamulang, Minggu 25 November 2018.

    Rencana, kata dia, baru terealisasi untuk rencana anggaran 2019. Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) kota setempat akan menggratiskan biaya kantong darah khusus warga ber-KTP Tangerang Selatan.

    Baca juga:
    Jokowi Siapkan Dana Kelurahan, Airin: Alhamdulillah Disetujui

    Menurut Benyamin, penggratisan kantong darah untuk warga Tangerang Selatan telah dibuatkan Peraturan Wali Kotanya dan masuk APBD 2019. Benyamin menerangkan, yang digratiskan bukan darahnya melainkan kantong dan pengolahan darahnya.

    Petugas merapihkan tumpukan kantong darah di dalam ruangan pendingin di Kantor PMI Jakarta, 29 Juni 2015. Stok darah PMI di bulan Ramadan mengalami penurunan drastis karena berkurangnya pendonor. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Biaya itu yang ditanggung Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). "Jadi yang dibayar itu bukan darahnya tetapi ketapi kantong plastiknya, kantung darahnya. Itu yang membutuhkan biaya dan nanti proses pengolahan melalui alat canggih itu yang akan ditanggung APBD," tuturnya.

    Baca juga: 
    Rokok Ilegal Gudang Ganam Suriya Digagalkan Beredar di Tangsel

    Kepala Unit Transfusi Darah PMI Tangerang Selatan Suhara Manulang menambahkan, program kantong darah gratis tak berlaku untuk warga tanpa KTP Tangerang Selatan. Mereka tetap harus membayar harga darah per kantong Rp 660 ribu. Kalau menggunakan asuransi BPJS, harganya Rp 360 ribu per kantong.

    "Mulai 2019 warga ber-KTP Tangsel tidak perlu membayar lagi," katanya sambil menerangkan rumah sakit yang sudah pasti menggratiskan biaya itu yakni RSUD Tangerang Selatan. "Sedangkan yang sudah MoU ada 18 rumah sakit swasta," ujar Suhara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.