10 Ton Sampah Kiriman Sungai Jakarta Terdampar di Pulau Pari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah truk pengangkut sampah, dipersiapkan guna mengangkut tumpukkan sampah yang berasal dari Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, 16 Desember 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sebuah truk pengangkut sampah, dipersiapkan guna mengangkut tumpukkan sampah yang berasal dari Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, 16 Desember 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 meter kubik sampah atau setara dengan 10 ton, memenuhi pantai Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada Selasa, 27 November 2018. Gundukan sampah itu didominasi oleh plastik dan kayu.

    Baca: Kisah dari Pintu Air Manggarai: Sampah Kiriman Bisa Jadi Rebutan

    "Sampah numpuk jam 14.00, tapi 16.30 itu sudah bersih," ujar Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa, 27 November 2018.

    Yusen mengatakan sampah itu kiriman dari sungai-sungai di Jakarta. Sampah itu terbawa arus laut dan terdampar di Kepulauan Seribu, terutama Pulau Pari yang terdekat dengan Jakarta.

    Pemandangan sampah terdampar itu, kata Yusen, merupakan hal yang wajar setiap musim hujan datang. Komposisi sampah kiriman itu pun tak berubah, hampir 80 persen sampah berupa plastik dan kayu.

    "Bahkan eceng gondok juga ikut ada," ujar Yusen.

    Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan warga dari sekitar perairan Laut Jakarta, Muara Angke, Jakarta, 13 Januari 2015. Sampah plastik yang berada dilautan berkisar 4,8-12,7 juta ton. TEMPO/Subekti

    Pada saat musim hujan, volume sampah di Kepulauan Seribu biasanya mencapai 40 ribu ton setiap hari. Rinciannya 17 ribu ton dari sampah domestik, 1,6 ton dari wisata, dan kiriman dari Jakarta sebanyak 21 ton.

    Untuk membersihkan sampah tersebut, Yusen mengerahkan 13 kapal pengangkut sampah berkapasitas jumbo.

    Laporan soal sampah yang terdampar di Pulau Pari, pertama kali disampaikan oleh Edy, salah seorang warga pulau. Ia mengatakan sampah plastik bercampur minyak mentah memenuhi pantai Pulau Pari.

    "Dari jam 10 pagi tadi sampahnya menumpuk," ujar Edy.

    Baca: Atasi Sampah Kiriman, Anies Rancang Saringan Besar di 13 Sungai

    Ia mengatakan sampah itu pada sore ini kembali menumpuk di pantai Pulau Pari. Sebab, arus laut mengarah ke pantai. Pada malam hari nanti, Edy memperkirakan sebagian sampah akan hanyut terbawa arus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.