Kecelakaan Maut Rombongan Santri, Ini Kesalahan Fatal Sopir

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kecelakaan mobil bak terbuka di flyover Ciledug yang menewaskan tiga santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Minggu, 25 November 2018. Foto: ISTIMEWA.

    Kecelakaan mobil bak terbuka di flyover Ciledug yang menewaskan tiga santri Pondok Pesantren Miftahul Huda, Minggu, 25 November 2018. Foto: ISTIMEWA.

    TEMPO.CO, Tangerang - Kepala Polres Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan ada sejumlah alasan yang membuat penyidik menetapkan Rizki Fahmi Azim, 20 tahun, sopir mobil bak terbuka  sebagai tersangka kecelakaan maut di jembatan layang Green Lake City Cipondoh.

    Baca juga: Kecelakaan Maut Rombongan Santri, Pengemudi Losbak Jadi Tersangka

    "Berdasarkan keterangan saksi dan ahli, pengemudi melakukan kesalahan yang berakibat kendaraan terbalik lalu terguling dan menewaskan tiga orang dan puluhan luka," kata Harry di Tangerang Sekatan, Rabu, 28 November 2018.

    Menurut Harry, kendaraan losbak Kijang Super merah bernomor polisi  B-9029-RV itu memiliki STNK. "Tapi Rizki tidak memiliki SIM," kata Harry.

    Berdasarkan keterangan saksi ahli dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang yang memeriksa kendaraan losbak itu, menurut Harry, mobil pikap itu sesuai dengan KIR jumlah maksimal overload 700 kilo.

    Namun,  saat dikendarai dengan mengangkut sebanyak 23 orang dan beratnya dipastikan lebih dari 1 ton. "Kenapa kecelakaan ini terjadi, karena dengan kelebihan beban itu fungsi pengereman saat jalan turun tidak maksimal, hilang kendali, pengemudi  tidak bisa mengembalikan posisi kendaraan sehingga terbalik dan terguling," kata Harry.

    Baca juga: Kecelakaan Maut Losbak Angkut Santri, Pesantren Tolak Wartawan

    Kecelakaan di jembatan layang Green Lake City Cipondoh Kota Tangerang pada Ahad, 25 November 2018 itu menewaskan tiga orang dan 20 orang terluka. Sopir dan seluruh korban adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda yang pulang dari acara peringatan Maulid Nabi.

    Rizki dinilai melanggar Undang-undang nomor nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan ancaman 6 tahun  penjara.

    Mengenai korban kecelakaan yang terluka, kata Harry, semuanya berangsur membaik. "Tinggal 7 orang yang dirawat dan itu dalam kondisi yang semakin membaik," ujar Harry.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.