Minggu, 16 Desember 2018

Laporkan Dai ke Polda, Jokowi Mania: Kami Beranikan Diri Sebab...

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan mengangkat tangan mereka saat menghadiri acara Jokowi Lantik 7,000 Jokowi di kawasan industri Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 November 2018. Para relawan yang hadir mengenakan jaket hitam dan topeng  bergambar Jokowi yang diberikan oleh panitia. ANTARA

    Sejumlah relawan mengangkat tangan mereka saat menghadiri acara Jokowi Lantik 7,000 Jokowi di kawasan industri Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 November 2018. Para relawan yang hadir mengenakan jaket hitam dan topeng bergambar Jokowi yang diberikan oleh panitia. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok Jokowi Mania DKI Jakarta menyatakan memberanikan diri untuk mengadukan seorang dai ke Polda Metro Jaya. Mereka mengaku menyatukan tekad untuk pelaporan itu karena menganggap sang dai lewat isi ceramahnya telah jelas-jelas melecehkan simbol negara.

    Baca berita sebelumnya:
    Hina Jokowi Banci, Seorang Dai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

    "Di luar batas kewajaran seorang penceramah atau dai," kata Rahmat, Ketua DPD Jokowi Mania DKI Jakarta di Polda Metro Jaya, Rabu 28 November 2018.

    Penceramah yang dimaksud adalah Muhammad Bahar bin Smith. Sedang penghinaan yang dilaporkan terekam dalam video saat ceramah disampaikan dalam acara peringatan Maulid Nabi di Darussalam Satu, Batuceper, Tangerang, pada 17 November 2018.

    Video ceramah Bahar yang disertakan dalam pelaporan itu berdurasi 60 detik. Di sana Bahar di antarnaya mengucapkan kata-kata sebagai berikut: Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu.

    Baca juga:
    Jokowi Lantik Relawan 7000 Jokowi di Bogor

    Menurut Rahmat, menghina presiden dengan mengatakan banci atau haid adalah ucapan yang kurang logis dari seorang da'i seperti Bahar bin Smith. "Bagaimanapun juga kita memang bebas berpendapat, tapi bukan bebas menghina," kata Rahmat.

    Dalam laporannya, Rahmat menuntut Bahar dengan pasal penghinaan simbol negara dan ujaran kebencian. "Untuk sementara kami fokus ke Habib Bahar bin Smith. Mungkin untuk perkembangan selanjutnya nanti bisa panitia pelaksana," tutur Rahmat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".