Modal BUMD Dipangkas DPRD DKI, Anies Baswedan: Belum Final

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno bercengkrama setelah melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Diketahui hubungan anatara eksekutif dan legislatif sempat memanas saat membicarakan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato politik Anies dan Sandi. Tempo/Ilham Fikri

    (ki-ka) Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi Wagub DKI Jakarta Sandiaga Alahudin Uno bercengkrama setelah melakukan Coffe morning di rumah Ketua DPRD DKI Jakarta, Menteng, Jakarta, 6 November 2017. Diketahui hubungan anatara eksekutif dan legislatif sempat memanas saat membicarakan rapat paripurna istimewa untuk mendengarkan pidato politik Anies dan Sandi. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakin bisa membujuk DPRD DKI untuk menambah dana penyertaan modal daerah untuk sejumlah BUMD. Dalam rapat Badan Anggaran RAPBD DKI 2019, banyak dana BUMD yang dipangkas. 

    Baca: Longsor di Kalisari: Anies Baswedan Minta Rumah Dibongkari, Dinas Kok Beda

    Anies mengatakan RAPBD DKI 2019 itu belum final. Ia akan berupaya mempersuasi DPRD DKI agar anggaran suntikan modal bisa sesuai dengan yang diminta oleh BUMD. 

    "Tidak ada hal yang tidak bisa dibicarakan. Meski ada perbedaan tapi kalau dibicarakan baik-baik akan ada solusi jalan tengahnya," kata Anies di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 28 November 2018.

    Anies menunjukkan keberhasilannya melakukan langkah persuasif terhadap DPRD. Buktinya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi setuju pembangunan Stadion BMW di Jakarta Utara dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). 

    Padahal, sebelumnya Prasetio tak merestui pembangunan itu dikerjakan oleh Jakpro, namun diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. Alasan politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jakpro memiliki rekam jejak buruk di DPRD. 

    Namun di rapat Badan Anggaran (Banggar) pekan lalu, DPRD menyetujui pembangunan Stadion BMW dilakukan oleh Jakpro. "Sudah disetujui dan akan kami awasi," ujar Prasetio. 

    Anies mengatakan setelah DPRD menyetujui Jakpro yang mengerjakan Stadion BMW, tugasnya tinggal melobi dana PMD agar sesuai dengan yang dibutuhkan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan BUMD. Anies yakin, baik ia maupun anggota Dewan bakal memutuskan yang terbaik untuk kepentingan rakyat Jakarta.

    "Dalam proses pengambilan keputusan ada persuasi dan ada diskusi, dan itulah proses politik," kata dia.

    Berikut ini merupakan tiga BUMD yang dana PMD-nya dipangkas cukup signifikan oleh DPRD DKI.

    1. PT Jakarta Propertindo
    BUMD ini mengajukan PMD Rp 3,2 triliun, namun dipangkas oleh DPRD DKI hingga tersisa Rp 700 miliar. Namun setelah proses diskusi panjang, PMD untuk Jakpro naik menjadi Rp 1,2 triliun. 

    Dana tersebut digunakan untuk membangun stadion BMW Rp 900 miliar, merevitalisasi Taman Ismail Marzuki Rp 200 miliar, dan membangun rusun DP 0 Rp 100 miliar. 

    2. PD Pembangunan Sarana Jaya
    DPRD DKI memangkas PMD dari Rp 5,9 triliun menjadi Rp 1,2 triliun. Perusahaan itu ditugaskan oleh Anies membangun rumah DP 0 hingga mengembangkan Sentra Primer Tanah Abang. 

    Baca: Diteken, RAPBD DKI 2019 Naik Menjadi Rp 89 Triliun

    3. PD PAM Jaya
    BUMD ini memiliki tugas mengekspansi layanan air bersih untuk 90.000 pelanggan baru di Jakarta. Permintaan modal BUMD ini dipangkas dari Rp 1,2 triliun menjadi hanya Rp 385 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...