Ulama Agama Lain di Reuni Akbar 212, Rizieq: Sampaikan Hormat Ana

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar FPI, Rizieq Syihab berorasi pada aksi 212 jilid II di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, 21 Februari 2017. Mereka menuntut Ahok diberhentikan karena berstatus terdakwa dugaan penistaan agama. REUTERS/Darren Whiteside

    Imam Besar FPI, Rizieq Syihab berorasi pada aksi 212 jilid II di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, 21 Februari 2017. Mereka menuntut Ahok diberhentikan karena berstatus terdakwa dugaan penistaan agama. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab menyampaikan salam hormat kepada ulama atau pemuka agama lain yang menyatakan hadir di Reuni Akbar 212, Minggu 2 Desember 2018. Salam disampaikannya lewat pesan singkat saat konferensi pers persiapan acara itu, Sabtu 1 Desember 2018.

    Baca berita sebelumnya:
    Pemuka Lintas Agama Akan Hadiri Reuni Akbar 212, Mereka Bilang...

    Beberapa pemuka agama lain itu juga hadir dalam konferensi pers tersebut. "Sampaikan hormat ana buat mereka semua," kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak membacakan pesan Rizieq dari Arab Saudi, tempatnya bermukim saat ini.

    Pesan itu disampaikan Rizieq sekaligus untuk memastikan dirinya akan melakukan telekonferensi saat reuni digelar di Monas, Mingu 2 Desember 2018. "Besok ada pidato Habib Rizieq. Insya Allah secara live," katanya lagi lewat Martak.

    Di antara pemuka lintas agama yang hadir saat jumpa pers dan menyatakan akan hadir saat reuni digelar adalah Pendeta Butje Sewu dari Komunitas Kristen Katolik Indonesia. "Tema acara ini kan dari panitia tentang persaudaraan dan kebangsaan. Tema ini tidak hanya berlaku pada saudara muslim saja," ucapnya.

    Baca:
    Cerita Para Penjual Bendera Tauhid Sambut Reuni Akbar 212

    Butje meminta umat Kristen Katolik tidak perlu takut dengan acara Reuni Akbar 212. Menurut dia, gerakan 212 dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan karena belum duduk bersama. "Mari hadir bersama besok," katanya mengundang.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.