Akan Hadiri Reuni Akbar 212, Anies Menolak Blak - blakan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberi sambutan dalam acara Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menolak blak blakan tentang konfirmasi kehadirannya di Reuni Akbar 212, Ahad 2 Desember 2018. Saat ditanya wartawan soal rencana kehadirannya seperti yang diungkap panitia reuni, Anies tak menjawab secara langsung.

    Baca berita sebelumnya:
    Anies Baswedan dan Amien Rais Disebut Bakal Hadiri Reuni Akbar 212

    Kala ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu petang, 1 Desember 2018, Anies hanya menjawab, "Begini, bagi saya, saya ini bertugas di Jakarta." 

    Menolak menjelaskan secara tegas tentang kehadirannya itu, Anies justru mengungkap memiliki pesan khusus untuk peserta Reuni Akbar 212. Anies ingin para peserta menjaga ketertiban dan keamanan demi kepentingan bersama.

    Sebagai gubernur, Anies menyatakan harus memastikan kotanya tetap nyaman. Termasuk untuk pengaturan lalu lintas terkait konsentrasi massa yang akan menumpuk di kawasan Monas. "Sudah dikoordinasikan dengan aparat keamanan Jakarta," ujarnya.

    Baca:
    Reuni Akbar 212, Anies Restui Digelar di Lapangan Monas

    Sebelumnya, ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan ada sejumlah tokoh yang sudah dipastikan hadir dalam Reuni Akbar 212 di Monas, 2 Desember 2018. Satu di antaranya ialah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Suasana saat Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) melakukan aksi di depan kantor DPRD DKI Jakarta, 19 Maret 2018. Dalam kasus Rizieq Shihab, menurut mereka Anies dinilai sama sekali tidak pernah memberikan pembelaan untuk pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu. TEMPO/Irsyan

    "Yang sudah fixed konfirmasi Gubernur DKI Jakarta sudah pasti hadir, dan kami kasih waktu untuk memberikan sambutan," kata Slamet di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Sabtu 1 Desember 2018.

    Seperti diketahui reuni akbar mengulang peristiwa dua tahun lalu saat demonstrasi besar menuntut Gubernur Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjarakan. Ahok yang sedang berkontestasi untuk dipilih kembali sebagai Gubernur Jakarta dituduh menista agama Islam lewat pidato yang isi transkripnya terbukti telah diedit orang lain.

    Baca juga:
    Ulama Agama Lain di Reuni Akbar 212, Rizieq: Sampaikan Hormat Ana

    Reuni telah digelar pada tahun lalu tapi pada tahun ini bertepatan dengan tahun politik menjelang Pilpres 2019. Sejumlah kalangan mengungkap kemungkinan demonstrasi besar itu akan kembali bermuatan politis.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.