Dai Dilaporkan Menghina Jokowi: Lihat Ceramah Sampai Habis!

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Habib Bahar Bin Smith. facebook

    Habib Bahar Bin Smith. facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Penceramah Muhammad Bahar bin Smith meminta ceramahnya diikuti secara utuh. Dia menunjuk kepada sejumlah pelaporan ke polisi atas isi ceramah yang disampaikannya saat merayakan Maulid Nabi di Batuceper, Tangerang, 17 November 2018, karena dianggap menghina Jokowi.

    Baca: 
    Dai Dilaporkan Menghina Jokowi Pernah Ditolak di Tanah Kelahiran

    "Jangan dipotong kalau mau lihat ceramah. Lihat sampai habis!" ucap Bahar saat dihubungi, Sabtu 1 Desember 2018.

    Berdasarkan isi transkrip ceramah yang dilaporkan ataupun videonya yang viral di media sosial, pemuda berusia 33 tahun itu menghina Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu," bunyi penggalan ceramah Bahar.

    Baca juga: 
    Dai Penghina Jokowi Pernah Ditangkap Bawa Pedang Samurai

    Dalam 60 detik isi ceramah yang dilampirkan dalam pelaporan ke polisi, Bahar juga mengecam Jokowi sebagai pengkhianat bangsa pribumi. Bahar menyalahkan jemaahnya yang memilih Jokowi dalam pilpres.

    Bahar menyatakan tidak akan meminta maaf kepada Jokowi atas isi ceramahnya tersebut. Sebaliknya, dia siap dipanggil polisi untuk menjalani pemeriksaan atas tuduhan penghinaan presiden dan ujaran kebencian.

    Baca juga: 
    Polisi Periksa Pelapor Dai Terduga Penghina Jokowi

    "Ya saya akan datang. Tanpa membawa massa atau umat. Hanya saya dan pengacara," ujar pria yang menyebut diri Habib Bahar itu.

    Dia pernah ditangkap dan ditetapkan tersangka karena melakukan perusakan dan pengeroyokan di sebuah tempat hiburan malam pada 2012. Bahar bin Smith juga tercatat pernah memimpin penyerangan ke kelompok jemaah Ahmadiyah di Jakarta Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.