UI: Permukaan Tanah di Jakarta Utara Ambles 11 Cm Per Tahun

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah membuat beton pemecah ombak di kawasan Cilincing, Jakarta, 3 Agustus 2017. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menanggapi serius akan ancaman penurunan permukaan tanah dan banjir rob di utara Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah membuat beton pemecah ombak di kawasan Cilincing, Jakarta, 3 Agustus 2017. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menanggapi serius akan ancaman penurunan permukaan tanah dan banjir rob di utara Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Depok - Peneliti Universitas Indonesia (UI) menyatakan permukaan tanah turun 11 sentimeter per tahun di Jakarta Utara. Temuan itu diperoleh berdasarkan hasil penelitian mikro gravitasi empat dimensi (4D) antara 2014 dan 2018. 

    Baca: Pemalsuan Surat Tanah, Bos Royale Jakarta Golf Club Disidangkan

    Penelitian itu mengindikasikan telah terjadi penurunan permukaan tanah hampir di semua kawasan di daerah Jakarta Utara. "Laju penurunan rata-rata sekitar 11 cm per tahun," kata Peneliti Universitas Indonesia (UI) Syamsu Rosid, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.

    Menurutnya pemerintah provinsi DKI Jakarta perlu makin waspada akan kondisi ini dan fokus mengawasi dan mengevaluasi (Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) khususnya di wilayah Jakarta Utara.

    Fenomena permukaan tanah turun ini sangat mungkin disebabkan eksploitasi air tanah yang berlebihan. Eksploitasi air tanah berdampak pada turunnya permukaan air tanah serta makin berkurangnya lahan hijau terbuka sebagai zona resapan air tanah permukaan dan pembangunan infrastruktur berbobot berat yang cukup intensif, jelasnya.

    Dosen Program Studi Geofisika itu juga menambahkan permukaan tanah turun juga bisa diakibatkan aktivitas manusia. Truk bertonase berat yang banyak lalu lalang di wilayah Jakarta Utara memicu munculnya getaran atau vibrasi pada permukaan tanah.

    Penurunan permukaan tanah ini tentu saja dapat berdampak kepada stabilitas gedung-gedung dan bangunan infrastruktur yang ada di atasnya.

    Dampak lain adalah makin tinggi potensi terjadinya banjir rob di daerah Jakarta Utara. "Daratan semakin rendah dibandingkan permukaan air laut terutama saat terjadinya air pasang oleh adanya gaya tarik Bulan," kata Syamsu.

    Baca: Ahli ITB Sebut Solusi Permukaan Tanah Turun Jakarta Belum Terpecahkan

    Penelitian tentang permukaan tanah turun di Jakarta ini dipublikasikan pada Pertemuan Ilimiah Tahunan (PIT) HAGI ke 43 September 2018 di Semarang Jawa Tengah. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.