Sabtu, 15 Desember 2018

Spanduk #JKWBersamaPKI Masuk Ujaran Kebencian, Pakar: Bisa Dipidanakan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk bertuliskan  #JKWBersamaPKIyang semula dipasang di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dok. Istimewa

    Spanduk bertuliskan #JKWBersamaPKIyang semula dipasang di Jalan Al Habsyi Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar pidana dari Universitas Indonesia Aristo Marisi menilai pemasangan spanduk bernada provokatif di Tanah Abang,   yang menuduh Jokowi PKI, bisa dipidanakan.

    Baca: Bawaslu Sebut Spanduk #JKWBersamaPKI Masuk Kategori Pidana Pemilu

    "Pelaku bisa dipidanakan bukan pakai Undang-Undang Pemilu, karena ini sifatnya lebih ke pidana umum, yakni ujaran kebencian," kata Aristo melalui pesan singkat, Rabu, 5 Desember 2018.

    Bawaslu DKI Jakarta bersama polisi telah mencopot spanduk provokatif bertanda pagar #JKWBersamaPKI yang terpasang di sebuah rumah di Jalan Al Habsyi RT6 RW7 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Selasa kemarin.

    Pelaku pun bisa dijerat dengan undang-undang tentang penghapusan diskriminasi dan surat edaran Kepala Polri berkaitan dengan masalah itu. "Ujaran kebencian termasuk provokasi dan pencemaran nama baik, permusuhan antar golongan yang sekarang sudah tidak eksis lagi, seperti PKI."

    Menurut dia, media ujaran kebencian juga bisa melalui poster maupun spanduk mengacu di surat edaran Kapolri tersebut. Jadi, pelaku bisa dipidanakan meski tidak menyebarkan melalui pesan elektronik.

    Pagar rumah yang sebelumnya digunakan untuk memasang spanduk propaganda di Jalan Al Habsyi RT6 RW7 Kelurahan Kebon Kacang, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. TEMPO/Imam Hamdi

    "Tindak pidananya bisa dalam KUHP ataupun di luar KUHP seperti UU Penghapusan Diskrimiasi dan UU Konflik Sosial," ujarnya. "Jadi sifatnya tindak pidana umum bukan delik aduan."

    Aristo mengatakan, surat edaran Kapolri sebenarnya mencoba menjembatani banyak pasal untuk menjerat orang yang melakukan ujaran kebencian. Sedangkan, di dalam tulisan bernada provokatif di spanduk yang terpasang di Tanah Abang masuk di pasal 310 atau 311 KUHP.

    "Surat edaran Kapolri itu modifikasi dari pasal 310/311 KUHP."

    Selain tulisan #JKWBersamaPKI, juga ada tagar lain dalam tulisan tersebut yang bernada propaganda, seperti #PKIBerkedokPancasila #JKWHoaxNasional #JKWGenderuwoNasional #JKWSontoloyoNasional 2019 Tenggelamkan PKI.

    Baca: Gerindra Sebut Spanduk #JKWBersamaPKI Justru Rugikan Prabowo

    Sedangkan pada bagian bawah spanduk terdapat tulisan Prabowo - Sandi for Presiden Indonesia Kuat. Pada sisi kiri spanduk terpampang foto pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.