Polisi Bekasi Selidiki Siswa SD Keracunan Minuman Instan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/ Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Bekasi - Kepolisian Sektor Bekasi Timur, Kota Bekasi, menyelidiki kasus dugaan keracunan yang menimpa delapan pelajar SDN Pengasinan II, Kecamatan Rawalumbu. Anak-anak itu mengalami mual dan lemas usai mengonsumsi minuman yang dibeli di sekitar sekolah.

    Baca:
    Kasus Anak SD Keracunan Susu, Apa yang Diperiksa Balai POM?

    "Penjualnya masih diperiksa, statusnya masih saksi," kata Kapolsek Bekasi Timur, Komisaris Agung, kepada wartawan, Rabu 5 Desember 2018.

    Peristiwa dugaan keracunan itu terjadi pada Selasa siang 4 Desember 2018. Seluruhnya ada delapan anak yang mengeluh mual dan muntah. "Kejadian ketika mereka sedang istirahat lalu membeli jajanan yang ada di sekitar sekolah," kata Agung.

    Baca:
    9 Warga Bekasi Keracunan Jajanan Es Kepal Milo

    Mereka mual dan muntah setelah membeli minuman instan dari serbuk kemasan sachet yang diseduh. Kedelapan anak itu masing-masing Sultan Muhammad Zaki, Muhammad Iksan Maulana, M. Hafiz Amin, Muhammad Fahri Ramadhan, Fino Tama Satria, M Dimas Adi Putra, Damar S, dan Rima Alfiati.

    "Beberapa guru yang melihat langsung membawa ke rumah sakit Hosana Medika," kata dia. Sesampainya di Unit Gawat Darurat, mereka segera mendapatkan perawatan medis.

    Baca: 
    Santap Nasi Goreng, 60 Mahasiswa UPH Karawaci Diduga Keracunan

    Hasil observasi dokter di rumah sakit tersebut, kedelapan anak yang diduga keracunan harus dirawat. "Kondisi korban terus membaik, bahkan sebagain sudah menjalani rawat jalan," ujar dia memberi perkembangan terkini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.