Sabtu, 15 Desember 2018

Detik - detik Longsor di Cilandak: Suara Gemuruh, Anak Menangis

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kuli bangunan memperbaiki turap yang longsor pada Selasa malam di saluran PHB Muhasin, Cilandak Barat, Rabu, 5 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Sejumlah kuli bangunan memperbaiki turap yang longsor pada Selasa malam di saluran PHB Muhasin, Cilandak Barat, Rabu, 5 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gemuruh keras suara tanah longsor di tepi saluran air Jalan Haji Miran, Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, masih terngiang-ngiang di telinga Sani Pah (53 tahun). Warga yang mengontrak tak jauh dari lokasi kejadian tersebut merekonstruksi peristiwa longsor petang kemarin, 4 Desember 2018.

    Baca: Musim Hujan, Ini 10 Titik Berpotensi Longsor di Jakarta

    "Suaranya kencang. Bruuuuuk," kata Sani saat bercerita kepada Tempo pada Rabu, 5 Desember 2018.

    Sani berkisah sambil menempelkan kedua tangannya di telinga, seolah-olah suara tanah longsor itu benar-benar terdengar kembali.

    Saat itu, orang-orang keluar rumah. Beberapa anak kecil juga terdengar menangis lantaran kaget.

    Sani, yang kontrakannya berada 100 meter dari lokasi longsor, langsung menuju lokasi arah datangnya suara. Bersama puluhan tetangga, ia menyaksikan turap yang menyangga sebuah rumah di tepi saluran air tersebut sudah ambrol.

    Sejumlah kuli bangunan memperbaiki turap yang longsor pada Selasa malam di saluran PHB Muhasin, Cilandak Barat, Rabu, 5 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Di atas tanah yang longsor itu terdapat sebuah rumah kontrakan berisi tiga kamar. Warga setempat menyebut kontrakan ini milik H. Zaenudin. Rumah itu baru dibangun dan dua kamar di antaranya belum dihuni penyewa.

    Dinding turap yang yang ambrol itu kira-kira 2 x 3 meter. Akibatnya, reruntuhan menutup saluran air di bawahnya. Warga setempat sempat ketakutan bakal terjadi banjir.

    Apalagi saat longsor terjadi, hujan deras baru usai. Cuaca pun masih mendung.

    Ini juga yang membuat Sani resah sepanjang malam, keluar-masuk rumah untuk mengecek kondisi saluran air. Sebab, daerah itu tergolong rawan banjir. "Meski belakangan sudah enggak pernah (banjir) lagi," ucapnya.

    Warga Cilandak Barat belum bisa langsung membersihkan reruntuhan turap yang menyumbat saluran air karena cuaca belum mendukung. Lurah Cilandak Barat Agus Gunawan mengatakan pihak kelurahan bersama dinas terkait baru menyingkirkan bebatuan yang menumpuk pada pagi tadi.

    Petugas gabungan ini terdiri atas pekerja Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan.

    Baca: Pemerintah Kebut Perbaikan Tebing Longsor di Kalisari

    Sore tadi, sejumlah kuli bangunan membangun kembali turap. Tiang-tiang pancang sudah terpasang. Dinas setempat juga telah membantu pemasangan cerucuk atau bronjong untuk mengantisipasi tanah kembali longsor. Pembangunan turap ini diperkirakan kelar lebih-kurang 5 hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.