Sabtu, 15 Desember 2018

Alasan DKI Naikkan Tarif Parkir 2019 Dimulai dari Lapangan Monas

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Petugas Dinas Perhubungan menderek mobil yang parkir liar. Dok.TEMPO/Iqbal Ichsan

    Ilustrasi Petugas Dinas Perhubungan menderek mobil yang parkir liar. Dok.TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta -Siap-siap, Dinas Perhubungan DKI Jakarta merencanakan untuk menaikkan tarif layanan parkir per Januari 2019.

    "Tahun 2019 diawali dengan perubahan tarif jasa layanan parkir di lapangan IRTI Monas," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Wijatmoko di Jakarta, Kamis, 6 Desember 2018.

    Baca : Operasi Zebra, Paling Banyak Pelanggar Rambu Berhenti dan Parkir

    Sigit menjelaskan pihaknya sebagai bagian dari manajemen pengendalian lalu lintas mengingat ada Moda Raya Terpadu (MRT), Bus Rapid Transit (BRT), dan Light Rail Transit (LRT) agar mendorong publik untuk beralih dari penggunaan transportasi pribadi ke umum.

    Melalui Jak Lingko dengan integrasi moda transportasi di Jakarta, semua manajemen integrasi dievaluasi, termasuk pengendalian tarif parkir.

    Alasan Dishub DKI memilih IRTI Monas sebagai area yang diterapkan pertama kali kenaikan tarif paradalah kir karena pegawai Pemerintah Provinsi DKI pada umumnya memarkirkan kendaraannya disana.

    Pegawai Pemprov DKI berlangganan fasilitas parkir seharga Rp 68.000 per bulan, karena satu hari mereka hanya perlu membayar Rp 2.000, dan hal itu sangat murah.

    Simak pula :
    Bawaslu Cari CCTV di Seputar Rumah Konveksi Tempat Spanduk #JKWBersamaPKI

    "Kami optimistis ini menjadi suatu 'policy' (kebijakan) yang membuat kebaikan dan bermanfaat untuk semua. Kita ingin pegawai Pemprov DKI menjadi contoh yang baik untuk semua," tambahnya.

    Manajemen tarif pelayanan jasa parkir diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 103 tahun 2007 tentang pola transportasi makro yang berarti parkir menjadi suatu strategi dari manajemen pengendalian lalu lintas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.