APBD Kota Bekasi 2019 Rp 6,6 Triliun dan Defisit Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat Pemerintah Kota Bekasi dan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, 2018. Tempo/Ali Anwar

    Pusat Pemerintah Kota Bekasi dan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, 2018. Tempo/Ali Anwar

    TEMPO.CO, Bekasi - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi 2019 diproyeksi mencapai Rp 6,6 triliun. Nilai ini meningkat lebih dari 13 persen nilai APBD 2018 dan tetap mewarisi defisit anggaran.

    Baca:
    APBD Kota Bekasi Dikabarkan Mengalami Defisit Rp 1 Triliun

    Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Choiruman Juwono Putro, mengatakan, draf RAPBD 2019 telah disepakati antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam rapat paripurna pekan lalu. Nilai Rp 6,6 triliun terinci untuk belanja langsung sebesar Rp 3,7 triliun dan belanja tidak langsung Rp 2,8 triliun.

    "Sekarang masih dalam evaluasi Gubernur Jawa Barat," kata Choiruman, Kamis 6 Desember 2018.

    Banjir melanda jalanan Perumahan Taman Narogong Indah, Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu, 11 November 2018. Tempo/Adi Warsono

    Berdasarkan dokumen yang didapat, pendapatan tahun depan bersumber dari pendapatan asli daerah Rp 2,9 triliun, dana perimbangan Rp 1,7 triliun, dan pendapatan lain-lain yang sah Rp 1,5 triliun. Namun potensi defisit mencapai Rp 300 miliar.

    Baca:
    Defisit Anggaran, Wali Kota Bekasi Potong Tunjangan Pegawai

    "Potensi pendapatan daerah ini harus dimaksimalkan, karena target belanja tinggi," ujar Choiruman. Penyusunan APBD 2018 juga mengalami defisit yang lebih besar, hampir Rp 900 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Maruf Amin di Debat Pilpres 2019 Soal Ancaman Stunting

    Dalam Debat Pilpres 2019 babak ketiga, Maruf Amin mengklaim angka prevalensi stunting turun 7 persen pada 2014 - 2019. Beginilah kondisi sebenarnya.