Sabtu, 15 Desember 2018

UI Kaji Keselamatan Jalan di Kota Depok

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satlantas Polresta Depok memberlakukan sistem melawan arus (contra flow) di Jalan Margonda, Depok, Jabar, 13 Maret 2017. ANTARA

    Petugas Satlantas Polresta Depok memberlakukan sistem melawan arus (contra flow) di Jalan Margonda, Depok, Jabar, 13 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Depok - Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok menyusun kajian tentang keselamatan jalan di kota itu. Kajian strategis sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian civitas akademika UI untuk meningkatkan keselamatan jalan di Kota Depok.

    Baca juga:
    UI: Permukaan Tanah di Jakarta Utara Ambles 11 cm Per Tahun

    Rangkaian kegiatan untuk kajian tersebut telah dilakukan sejak Oktober 2018. Saat itu sudah dilakukan Focus Group Discussion (FGD) melibatkan sejumlah kalangan yakni Polres Depok, Bappeda Kota Depok, Dinas Perhubungan Kota Depok, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Depok, Dinas Kesehatan Kota Depok, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, serta Organda.

    “Dengan banyak berkurangnya angkutan umum, maka diperlukan perombakan yang mengutamakan program keselamatan dan bukan lagi efisiensi angkutan umum,” ujar anggota tim pengabdi, Alan Marino, melalui keterangan tertulis, Jumat 7 Desember 2018.

    Ia menjelaskan pentingnya keselamatan jalan sebagai target yang harus diprioritaskan bagi Indonesia dan khususnya Pemerintah Kota Depok. Mengutip data WHO, Alan memperkirakan bahwa kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian nomor tiga di dunia pada 2030 nanti.

    Baca:
    Kampus Dilumat Gempa, Mahasiswa Korban Gempa Palu Bisa 'Sit In' di UI Depok

    Kecelakaan lalu lintas hanya kalah oleh depresi dan serangan jantung. “Apabila kita terus berdiam diri, orang yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas akan terus meningkat,” kata Alan.

    Ketua Tim Pengabdi, Tri Tjahjono, melanjutkan bahwa diperlukan keterlibatan psikolog di Bappeda dan Kepolisian. Psikolog bisa memberi input terkait psikologis pengendara pelaku atau korban kecelakaan.

    Baca juga:
    Lowongan Kerja, Rumah Sakit UI Butuh Staf dan Manajer

    Tri menuturkan, hasil kajian nantinya akan dituang sebagai Rekomendasi Aksi bagi Pemkot Depok dalam bentuk buku. Buku akan diberi judul 'Kajian Usulan Strategi Peningkatan Keselamatan Jalan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan Kota Depok 2021-2025' dan akan disebarluaskan.

    “Pemkot Depok menanggapi positif rangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dan memberi masukan penting untuk disertakan ke dalam buku kajian ini.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.