Minggu, 16 Desember 2018

Survei Intoleransi, Kenapa Anies Minta Setara Buka Pertanyaan?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperlihatkan tiga penghargaan dari KPK untuk Pemerintah DKI, Rabu, 5 Desember 2018. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperlihatkan tiga penghargaan dari KPK untuk Pemerintah DKI, Rabu, 5 Desember 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta lembaga Setara Institute membuka seluruh pertanyaan survei ihwal intoleransi di Jakarta. Tujuannya untuk memastikan validitas dan reliabilitas survei sah.

    "Menurut saya kalau mau fair buka seluruh instrumennya," kata Anies di Lippo Mal Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Desember 2018 terkait survei intoleransi di puluhan kota di Indonesia tersebut.

    Baca : 10 Kota Paling Toleran di Indonesia, Jakarta Tidak Masuk

    Anies enggan buru-buru menyimpulkan apakah hasil survei itu sesuai dengan fakta yang ada. Dia harus mempelajari proses pengambilan data survei terlebih dulu. Sebab, diagnosa harus diuji berdasarkan alat ukur yang benar.

    Anies memaparkan perlu menelisik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber penelitian. Apakah ada pertanyaan bias atau justru semuanya objektif.

    "Karena bisa saja pertanyaan itu disusun untuk mendapatkan jawaban tertentu," ucap Anies.

    Karena itulah, Anies bakal mengundang peneliti Setara Institute untuk membuka pertanyaan survei. Tak hanya itu, dia juga memanggil ahli statistik dan ahli ilmu sosial guna meninjau hasil survei Setara Institute.

    Setara Institute merilis survei terbaru tentang penilaian indeks kota toleran (IKT) dari 94 kota di Indonesia. Sebanyak 10 kota mendapat penilaian paling toleran di 2018. Jakarta dikategorikan sebagai kota yang minim toleransi dengan skor 2.88. Sementara Singkawang terbaik sebagai kota paling toleran.

    Simak juga :
    Alasan Anies Stop Tarif Parkir Super Murah PNS di Monas Mulai 1 Januari 2019

    Beberapa poin yang diamati terkait survei itu yaitu kebebasan beragama atau berkeyakinan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial dijamin dan dilindungi undang-undang. Selain itu pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait dengan toleransi juga diperhatikan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".