Temuan Sekarung E-KTP di Duren Sawit, Polisi Sisir Lurah - Camat

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • E-KTP invalid yang tercecer di Jalan Raya Kemang, Semplak, Bogor, Jawa Barat yang diselidiki Polres setempat, 1 Juni 2018. Ratusan ribu E-KTP mengalami kerusakan, diantaranya salah dalam menginput data tanggal lahir, tinta tumpang tindih, chip tidak terbaca. Polisi telah menghentikan penyelidikan karena tak ditemukan dugaan pidana. Foto/Bagja Hidayat

    E-KTP invalid yang tercecer di Jalan Raya Kemang, Semplak, Bogor, Jawa Barat yang diselidiki Polres setempat, 1 Juni 2018. Ratusan ribu E-KTP mengalami kerusakan, diantaranya salah dalam menginput data tanggal lahir, tinta tumpang tindih, chip tidak terbaca. Polisi telah menghentikan penyelidikan karena tak ditemukan dugaan pidana. Foto/Bagja Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi menyelidiki temuan ribuan keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik disingkat E-KTP yang disimpan dalam karung. E-KTP tersebut ditemukan di lapangan di RT3 RW11 Jalan Bojong Rangkong, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu, 8 Desember 2018 siang.

    "Kami langsung selidiki kenapa sampai bisa terbuang seperti itu," kata Kepala Polsek Duren Sawit Komisaris Parlindungan Sutasuhut saat dihubungi, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Baca : 1.706 E-KTP Ditemukan di Karung, Polisi: Sebagian Masih Berlaku

    Ia menuturkan telah berkoordinasi san mencari informasi dengan lurah, camat dan wali kota Jakarta Timur terkait dengan temuan itu. Namun, kata dia, keterangan dari pemerintah belum banyak. "Sebab, lurah, camat dan wali kota sedang jalan-jalan ke Puncak (Kabupaten Bogor)."

    Sutasuhut menuturkan E-KTP yang ditemukan dalam karung itu jumlahnya mencapai 1.706 keping. Seluruh blangko E-KTP yang ditemukan oleh dua anak itu merupakan asli yang dikeluarkan pemerintah.

    Simak juga :
    Empat Fakta Proses Hukum Bahar bin Smith yang Menghina Jokowi

    Namun, kata dia, sebagian E-KTP tersebut sudah habis masa berlakunya. Sedangkan, Sutasuhut melanjutkan, untuk identitas di E-KTP tersebut semuanya berasal dari warga yang tinggal di Kelurahan Pondok Kelapa.

    "Kami sedang selidiki siapa yang membuang E-KTP sebanyak itu," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.