Minggu, 16 Desember 2018

Tepis Survei Jakarta Kota Intoleran, PKS: Reuni 212 Damai

Reporter:
Editor:

Amri Mahbub

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M. Taufik, dan Ketua Fraksi PKS DPRD Abdurrahman Suhaimi dalam diskusi Tarik Ulur Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD M. Taufik, dan Ketua Fraksi PKS DPRD Abdurrahman Suhaimi dalam diskusi Tarik Ulur Pemilihan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 21 November 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mempertanyakan parameter survei Setara Institute mengenai minimnya toleransi di Jakarta. Suhaimi menganggap, toleransi agama antar-warga Ibu Kota tak bermasalah.

    Baca juga: Kapitra Ampera: Peserta Reuni 212 Orang-orang Suruhan PKS

    Buktinya, kata dia, aksi reuni 212 pekan lalu berlangsung damai, tenteram, dan aman. "Itu sudah bukti nyata di lapangan kalau Jakarta toleran dan dilihat oleh dunia," kata Suhaimi saat dihubungi, Sabtu, 8 Desember 2018.

    Menurut Suhaimi, ibadah umat, baik Islam, Kristen, Budha, dan agama lain di Ibu Kota juga berjalan aman. Warga tetap beribadah tanpa gangguan atau ancaman. Bahkan, lokasi Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal berhadapan.

    Baca juga: PKS Klaim Prabowo Serahkan Kursi Wagub DKI ke Mereka

    Atas dasar itulah Suhaimi heran dengan hasil survei yang menyimpulkan Jakarta termasuk kota intoleran. Dia menambahkan, mekanisme dan parameter survei harus bisa dipertanggungjawabkan. "Pengerian intoleransi itu apa?" tanya dia.

    Suhaimi menanggapi hasil survei Setara Institute mengenai penilaian indeks kota toleran (IKT) dari 94 kota di Indonesia. Sebanyak 10 kota mendapat penilaian paling toleran di 2018. Jakarta dikategorikan sebagai kota yang minim toleransi dengan skor 2.88.

    Beberapa poin yang diamati, yaitu kebebasan beragama atau berkeyakinan, kesetaraan gender, dan inklusi sosial dijamin dan dilindungi undang-undang. Selain itu pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota terkait dengan toleransi juga diperhatikan.

    Baca juga: Soal Media Tak Liput Reuni 212, Panitia akan Datangi KPI

    Simak kabar terbaru seputar DKI Jakarta dan Reuni 212 hanya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".