E-KTP Dalam Karung, Pemilik Khawatir Dimanfaatkan untuk Pilpres

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • E-KTP yang sempat tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini menjadi barang bukti di Polres Bogor guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, 28 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    E-KTP yang sempat tercecer di Jalan Salabenda, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini menjadi barang bukti di Polres Bogor guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, 28 Mei 2018. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Jakarta -  Keluarga pemilik salah satu Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dalam karung khawatir ada yang menyalahgunaan identitas dari KTP yang ditemukan tercecar di kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

    Baca juga: Dua Ribu e-KTP Dibuang Dalam Karung, Polisi Curigai Petugas Ini

    "Saya khawatir e-KTP anak saya untuk pemilu. Untuk tambahan suara," kata Maryati saat ditemui di rumahnya di kawasan RT2 RW8 Kelurahan Pondok Kopi, Senin, 20 Desember 2018.

    Maryati mengatakan e-KTP anaknya, Eneng Desianah, 35 tahun, ditemukan di antara ribuan keping e-KTP yang berada di dalam karung dan tercecer di kawasan persawahan di Jalan Bojong Rangkong RT3 RW11 Kelurahan Pondok Kopi, pada Sabtu, 8 Desember 2018.

    Eneng pun, kata dia, khawatir identitas dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain. Ia berharap polisi segera memusnahkan KTP tersebut agar tidak disalahgunakan. Maryati mengatakan anaknya memang pernah membuat e-KTP, lima tahun lalu di Kelurahan Pondok Kelapa.

    Namun, kartu tersebut tidak pernah diberikan sampai anaknya terbang ke Malaysia untuk menjadi tenaga kerja. "Dulu sempat merekam, tapi tidak jadi-jadi sampai sekarang."

    Baca juga: Ribuan E-KTP Dalam Karung, Lurah Pondok Kelapa Bantu Menelusuri

    Maryati menjelaskan, anaknya sejak tiga tahun lalu telah memiliki KTP berdomisili di kawasan Cimanggis, Depok, setelah pindah ke sana. "Setelah pulang dari Malaysia tiga tahun lalu menikah dan tinggal sama suaminya di Cimanggis."

    Selain itu, Maryati berharap polisi bisa segera menangkap pelaku yang membuang ribuan e-KTP dalam karung. Sebabnya, pelaku tersebut membuat resah para pemilik KTP yang terbuang itu. "Untung (e-KTP) tidak ditemukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.