Motif Asmara, Kronologi Pegawai Rutan Cipinang Bantu Napi Kabur

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tahanan melarikan diri. shouselaw.com

    Ilustrasi tahanan melarikan diri. shouselaw.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pegawai Rutan Cipinang bernama Yuanita alias Ita mengaku jatuh cinta kepada narapidana alias napi narkoba Muhammad Said sehingga bersedia membantu pria itu kabur. Perempuan berusia 39 tahun membantu pelarian Said pada pada Jumat, 7 Desember 2018. 

    Baca: Pacaran, Pegawai Perempuan Bantu Napi Kabur dari Rutan Cipinang

    "I, karyawati Rutan Cipinang, sudah mengaku cinta dengan Said," kata Kepala Rutan Cipinang Oga Darmawan kepada Tempo pada Selasa, 11 Desember 2018.

    Menurut Oga, kejadian narapidana kabur itu terjadi ketika dirinya sedang mengikuti diklat bertajuk capaian kinerja 2018 di Hotel Luminor, Jakarta.

    Pada Sabtu pagi, 8 Desember, ia tiba-tiba menerima kabar mengejutkan dari komandan jaga rutan. Suara anak buahnya itu mengisyaratkan kepanikan. Kala itu, komandan jaga melapor bahwa jumlah tahanan di rutan tersebut berselisih satu orang.

    Seharusnya, kata Oga, jumlah tahanan di rutan berkapasitas 1.100 tersebut adalah 4.166 orang. Namun pagi itu, jumlah tahanan mereka berjumlah 4.165. Artinya berkurang satu tahanan dari jumlah seharusnya.

    Ilustrasi tahanan atau narapidana kabur. shutterstock.com

    Karena terjadi selisih jumlah, regu jaga pagi ogah menyambut timbang terima dari regu jaga malam. Keributan itu mengharuskan Oga balik ke rutan.

    "Di TKP, saya langsung melakukan penyisiran," ujarnya. Penyisiran dilakukan di seluruh kompleks rutan.

    Lantaran tidak menemukan tahanan yang dimaksud, menjelang tengah hari, Oga memerintahkan anak buahnya membuka rekaman CCTV. Dari pantauan CCTV, ia mendapati napi Said mengendap-endap menuju dapur.

    Pada saat bersamaan, tampak sebuah mobil Nissan Grand Livina berpelat BG di area dapur. Mobil itu milik Ita, pegawai rutan yang sebelumnya bekerja di bagian dapur.

    Oga langsung menanyakan keberadaan mobil Ita di kawasan rutan Cipinang. Dia curiga karena Ita sudah lama dipindahkan ke bagian Tata Usaha sehingga tak memiliki wewenang untuk masuk rutan lagi.

    Pemindahan Ita ke bagian tata usaha Rutan Cipinang karena perempuan itu diketahui menjalin asmara dengan Said. Dia dipindahkan pada 1 Juli 2018.

    Pada Jumat sore, Ita bisa masuk ke rutan Cipinang karena berdalih ingin mengantar dispenser ke dapur.

    Oga mengatakan pihak keamanan luar atau P2U sudah melarang Ita masuk. Sempat terjadi cek-cok antara Ita dan petugas keamanan. Namun karena ada mobil yang mengangkut tahanan sidang tengah mengantre di belakang mobil Ita, perempuan itu akhirnya dibolehkan masuk.

    Dari CCTV, tampak Ita membawa dispenser yang ditaruh di jok mobil belakangnya. Ternyata, jok itu telah dimodifikasi.

    "Jok mobil Grand Livina itu terdapat ban serep," kata Oga. Ban serep diturunkan bersama dispenser. Napi lantas masuk ke tempat ban serep. Ban diletakkan di bawah jok mobil sehingga petugas pintu utama tak mendapati Ita membawa napi di mobilnya.

    Baca: CCTV Bongkar Cara Pegawai Rutan Cipinang Bantu Narapidana Kabur

    Atas temuan penelusuran itu, Oga lantas mendatangi Ita di kediamannya di Kelapa Gading. Ita tak bisa membantah ketika diperlihatkan rekaman CCTV itu. Dia langsung diserahkan ke Polda Metro Jaya karena membantu narapidana kabur.  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.