171 Orang Korban Penipuan Rumah Subsidi, Polisi Tangkap Pelaku

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah seorang korban penipuan rumah bersubsidi menunjukan brosur perumahan Bumi  Berlian Asri diwilayah Curug, Kabupaten Bogor, Senin, 26 November 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto.

    Salah seorang korban penipuan rumah bersubsidi menunjukan brosur perumahan Bumi Berlian Asri diwilayah Curug, Kabupaten Bogor, Senin, 26 November 2018. Tempo/Muhammad Kurnianto.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kepolisian Resor Tangerang Selatan menangkap pelaku penipuan rumah subsidi yang berlokasi di wilayah Curug, Kabupaten Bogor.

    "Pelaku berhasil kami tangkap di Manado Sulawesi Utara pada Sabtu 8 Desember 2018 kemarin," kata Kapolres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Besar Ferdy Irawan, Kamis 13 Desember 2018.

    Baca juga: Penipuan Rumah Bersubsidi di Tangerang, 150 Orang Jadi Korban

    Menurut Ferdy, pelaku atas nama Jhon Sumanti ini mengaku menjanjikan rumah bersubsidi kepada 171 korbannya yang sudah melapor ke Polres Tangerang Selatan.

    "171 orang ini yang sudah melapor ke Polres Tangerang Selatan, kemungkinan masih ada lagi, jadi bagi masyarakat yang merasa tertipu dengan pelaku ini segera melapor," ungkapnya.

    Pelaku ini, kata Ferdy, menjanjikan dua lokasi perumahan bersubsidi bernama Bumi Berlian Asri dan Bumi Berlian Serpong diwilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

    "Walaupun proyeknya di Kabupaten Bogor, tetapi kantor pemasaran perumahan ini sempat ada di Villa Dago dan di ruko BSD. Saat ditangkap pelaku ini melarikan diri ke Manado dan berhasil kami tangkap," imbuhnya.

    Ferdy juga mengatakan pelaku ini juga menjabat sebagai Direktur PT Cakrawala Karya Kinakas, perusahan tersebut berkedok menjual perumahan bersubsidi. Total uang yang didapatkan pelaku sebesar Rp 4,5 miliar.

    "Pelaku sampai saat ini baru satu, pelaku dikenakan pasal 378 dan atau pasal 372 KUH Pidana tentang penipuan dengan ancaman hukuman selama lima tahun penjara," imbuhnya.

    Simak juga: Lembaga Konsumen: Jangan Mudah Tergiur Rumah Murah

    Sebelumnya diberitakan salah seorang korban yakni Ari Andriyanto pada Maret 2016 membayar boking fee sebesar Rp 3,5 juta dan uang tanda jadi  Rp 22,5 juta secara tunai. Ari dijanjikan wawancara pada Mei 2016.

    "Bulan Mei 2016 dijanjikan wawancara ternyata tidak ada kabar, saya tunggu sampai Februari tahun 2017 saya samperin ke kantor pemasarannya dan ngga dapat info apa-apa karena kantornya sudah tutup karena sewa tempatnya sudah habis di wilayah Vila Dago Pamulang, saya dapat kabar kalau kantornya pindah ke daerah BSD," ujar korban penipuan rumah subsidi.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.