Pohon Tumbang Timpa Taksi di Jalan Haji Nawi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memperhatikan mobil yang tertimpa pohon tumbang di Rusun Kebon Kacang 9, Jakarta, Kamis 22 November 2018. Hujan deras disertai angin kencang membuat beberapa pohon tumbang mengenai mobil yang sedang diparkir di halaman Rusun. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga memperhatikan mobil yang tertimpa pohon tumbang di Rusun Kebon Kacang 9, Jakarta, Kamis 22 November 2018. Hujan deras disertai angin kencang membuat beberapa pohon tumbang mengenai mobil yang sedang diparkir di halaman Rusun. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan dan angin kencang kembali menumbangkan pepohonan di ibu kota, Kamis 13 Desember 2018. Satu di antara pohon tumbang itu menimpa satu unit taksi di Jalan H. Nawi Raya, Jakarta Selatan.

    Baca:
    18 Sepeda Motor Rusak Akibat Pohon Tumbang di Jakarta Barat

    Kepala Suku Dinas Kehutanan Jakarta Selatan M. Yuswardi menyatakan bahwa petugas baru saja selesai menangani pohon tumbang itu ketika dihubungi petang ini. "Ya, pohon tumbang menimpa mobil taksi sekitar Pukul 17.40," katanya.

    Yuswardi lalu mengirim foto penanganan itu. Di sana terlihat kaca belakang taksi pecah dan beberapa bagian lainnya rusak. "Tidak ada korban jiwa," katanya menambahkan.

    Selain di Jalan H. Nawi Raya, pohon tumbang sore tadi juga terjadi di depan SMA 6, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan. Penanganan masih berlangsung di lokasi itu saat Yuswardi memberi keterangan.

    Baca juga:
    Awal Musim Hujan, 378 Pohon tumbang dan Patah di Jakarta

    Cuaca hujan lebat dan angin kencang belakangan rajin menyambangi Jakarta dan sekitarnya. Kejadian terparah sejauh ini terjadi di Kota dan Kabupaten Bogor pada 6 Desember lalu. Saat itu puting beliung memorakporandakan hampir seribu rumah dan menewaskan satu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?