Keluarga Tersangka Pengeroyokan 2 TNI Kontak Hotman Paris Hutapea

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie (kanan), menghadirkan sejumlah tersangka saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.Sebanyak lima tersangka pengeroyokan di kawasan Ciracas telah ditangkap. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie (kanan), menghadirkan sejumlah tersangka saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.Sebanyak lima tersangka pengeroyokan di kawasan Ciracas telah ditangkap. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga Iwan Hutapea bakal minta bantuan hukum ke pengacara kondang Hotman Paris Hutapea setelah dibekuk dengan sangkaan melakukan pengeroyokan terhadap 2 anggota TNI.

    Ibu Iwan, Hutahaean, 51 tahun, mengatakan keluarga telah menghubungi pengacara kawakan tersebut karena satu marga untuk meminta pendampingan hukum dalam kasus pengeroyokan itu.


    Baca : Polisi Beberkan Peran Para Tersangka Pengeroyokan Dua Anggota TNI

    "Sudah ada yang menelpon Hotman. Katanya Hotman juga mau datang ke rumah kami," kata Hutahaean saat ditemui di rumahnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat, 14 Desember 2018.

    Sebelum ditangkap polisi, Iwan dan empat tersangka lainnya sempat dicari massa yang marah atas pengeroyokan itu hingga membakar kantor Polsek Ciracas Rabu dinihari, 12 Desember 2018.

    Rumah orang tua terduga pelaku pengeroyokan anggota TNI yang dirusak massa tak dikenal pada Selasa malam, 11 Desember 2018. Rumah tersebut berlokasi di Jalan Haji Bain RT 05 RW 06 No.28, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Selain pembakaran Polsek, rumah orang tua Iwan juga lebih dulu menjadi sasaran amuk massa yang mencarinya. Rumahnya pun diobrak-abrik oleh massa.


    Simak juga :
    Ibu Tersangka Pengeroyokan TNI Memohon: Jangan Hancurkan Badannya. 

    Hutahaean tak yakin anaknya yang memulai langsung pemukulan tersebut. Menurut dia, ada pemicu sehingga anaknya berani melawan anggota TNI seperti itu. "Saya tidak yakin kalau anak saya yang memulainya."

    Amuk massa disebut-sebut diduga berasal dari anggota TNI gabungan yang bereaksi atas peristiwa yang dialami dua rekan mereka oleh Iwan dan kawan-kawan, para penjaga parkir liar. Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di parkir Ruko Arundina, Cibubur, pada Senin sore, 10 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?