Kereta Anjlok di Jatinegara Teratasi, Perjalanan Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang Kereta Commuterline Jabodetabek membuka paksa pintu kereta karena ada gangguan listrik di sinyal masuk Stasiun Jatinegara, 6 September 2017. TEMPO/Larissa Huda

    Penumpang Kereta Commuterline Jabodetabek membuka paksa pintu kereta karena ada gangguan listrik di sinyal masuk Stasiun Jatinegara, 6 September 2017. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalur kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik atau KRL sudah kembali normal pasca kereta anjlok di Stasiun Jatinegara, Jumat 14 Desember 2018. Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Edy Kuswoyo mengatakan jadwal keberangkatan kereta tidak lagi mengalami kemunduran.

    Baca:
    Kereta Anjlok di Jatinegara, Penumpang Menumpuk di Stasiun Gambir

    "Sudah normal," kata Eddy melalui pesan pendek pada Sabtu, 15 Desember 2018. Kereta KA barang 2506 yang sebelumnya anjlok pada Jumat dinihari di Jatinegaara sempat menghambat sejumlah perjalanan kereta.

    Berdasarkan informasi di lapangan, anjloknya kereta itu berimbas pada penumpukan penumpang di beberapa stasiun kereta komuter KRL. Penumpukan penumpang juga terjadi di Stasiun Gambir untuk penumpang kereta jarak jauh hingga Jumat malam.

    Menurut Eddy, sejumlah kereta terlambat datang karena tersendat evakuasi kereta yang anjlok. Penumpukan penumpang pun terjadi selama lebih-kurang 30-60 menit. "Sempat menumpuk tapi sudah berangkat semua," kata Eddy saat diminta penjelasannya atas penumpukan calon penumpang di Stasiun Gambir.

    Baca:
    KRL Bekasi-Kota Padat dan Telat Karena Kereta Anjlok di Jatinegara

    Eddy memastikan, perjalanan kereta sudah kembali lancar sejak Jumat malam. Eddy tak menampik kejadian kereta anjlok ini menyebabkan keterlambatan kereta sepanjang Jumat pagi hingga malam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.