Dilengkapi Elevator, Ini Kisah Rumah Rp 25 Miliar Sisca Dewi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sisca Dewi di Jalan Lamandau III, Kebayoran Baru, 29 November 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Rumah Sisca Dewi di Jalan Lamandau III, Kebayoran Baru, 29 November 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum membeberkan alasannya menuntut artis penyanyi Sisca Dewi dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Sisca Dewi dianggap terbukti melakukan pemerasan terhadap Inspektur Jenderal Bambang Sunarwibowo hingga senilai Rp 35 miliar berwujud dua rumah mewah dan sebagian furniture di dalamnya.

    Baca:
    Simak Perjalanan Perkara Sisca Dewi di Ruang Persidangan

    Dua rumah itu disebutkan berada di Jalan Pinguin, Bintaro, Tangerang Selatan, dan Jalan Lamandau III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Yang pertama dibeli seharga Rp 8 miliar pada September 2016 dan yang kedua Rp 25 miliar pada November 2017.

    "Bahwa benar semua permintaan terdakwa Sisca Dewi dituruti oleh saksi Bambang karena merasa takut," kata jaksa Nadia Siregar dalam persidangan Kamis, 13 Desember 2018.

    Pernyataan itu segera dibantah Sisca Dewi dengan menyatakan bahwa rumah pertama adalah mahar pernikahan dan yang kedua diklaim dibeli bersama. Rumah yang kedua kini memiliki segel sita di pagarnya. Dari rumah itu pula Sisca Dewi ditangkap pada Agustus lalu.

    Baca:
    Sidang Tuntutan Sisca Dewi, Ada Kapolri dan Kolor Ijo

    Tentang rumah kedua yang seharga Rp 25 miliar, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane, pernah mengungkap kesaksiannya terpisah di luar ruang pengadilan. Dia menyatakan pernah masuk ke dalam rumah itu sebagai bagian dari penelusuran dan pengawasan atas perkara yang melibatkan perwira tinggi di Kepolisian RI tersebut.

    Neta menuturkan, rumah Sisca Dewi di Jalan Lamandau memiliki ruangan bawah tanah atau basement. Ruangan itu sangat luas dan mampu menampung parkir hingga lima mobil.

    Terdakwa Sisca Dewi hadir pada sidang pembacaan tuntutan dalam kasus pemerasan dan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018. Sisca Dewi dituntut 5 tahun penjara denda 500 juta dan subsider kurungan 6 bulan oleh Jaksa Penuntut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Secara keseluruhan, Neta mengatakan, rumah terdiri atas empat lantai dan memiliki fasilitas elevator atau lift. Ketika IPW menyambangi kediaman Sisca Dewi itu, rumah kosong karena perempuan berusia 39 tahun dan sebelumnya sudah dua kali menikah itu telah meringkuk di tahanan. Namun sejumlah satpam terlihat berjaga di sana.

    Baca:
    Cerita Sisca Dewi Pernah Menikah Dua Kali dengan Polisi dan Hakim

    Menurut Neta, Sisca Dewi akan menjual rumahnya seharga Rp 50 miliar. Namun niat itu urung lantaran ia kadung ditangkap dan ditahan. Sisca Dewi dilaporkan Bambang--pria yang diaku suami--lantaran disangka mencemarkan nama baik dan melakukan pemerasan.

    Mengagumi rumah itu, Neta mengundang penyidik KPK untuk ikut memperhatikan perkara jenderal polisi dan biduan dangdut tersebut. “KPK bisa berpikir untuk membongkar banyak hal, termasuk pemberian rumah,” kata Neta, Kamis 6 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.