Diresmikan Sejak Oktober, Warga Jakarta Belum Tahu Jak Lingko

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sopir angkutan kota (angkot) jurusan Tanah Abang-Tawakal memasang stiker Jak Lingko di bagian mobilnya saat menunggu penumpang di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 12 Desember 2018.  Jak Lingko menunggu di pintu selatan Stasiun Tanah Abang, di bawah Jembatan  Penyeberangan  Multiguna atau skybridge. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sopir angkutan kota (angkot) jurusan Tanah Abang-Tawakal memasang stiker Jak Lingko di bagian mobilnya saat menunggu penumpang di kawasan Tanah Abang, Jakarta, 12 Desember 2018. Jak Lingko menunggu di pintu selatan Stasiun Tanah Abang, di bawah Jembatan Penyeberangan Multiguna atau skybridge. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dibuka sejak pukul 08.00 pagi, booth penjualan kartu Jak Lingko yang berada di halte bus Skybridge Tanah Abang terlihat sepi pengunjung. Hingga pukul 13.30, hanya segelintir masyarakat penasaran yang mampir ke booth itu. 

    "Saya penasaran apaan sih Jak Lingko, makanya dateng mau nanya-nanya," ujar Indra Anjaswati, 54 tahun, kepada Tempo pada Ahad, 16 Desember 2018. 

    Warga Buaran, Jakarta Timur, itu mengaku tertarik dengan papan penawaran kartu Jak Lingko. Sehelai kartu Jak Lingko dijual dengan harga Rp 10 ribu. Oleh sebab itu ia mau mampir ke booth tersebut.

    Jak Lingko adalah rebranding program OK OTrip yang dibesut Sandiaga Uno semasa jadi Wagub DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan me-rebranding program itu pada Oktober 2018 dengan alasan nama OK OTrip tak memiliki makna dan arti.

    Sedangkan untuk Jak Lingko, menurut Anies merepresentasikan sistem transportasi massal yang terintegrasi. Makna Lingko, dalam bahasa Manggarai memiliki makna tersambungkan. 

    Indra menuturkan, nama Jak Lingko terdengar asing dan baru pertama kali ia dengar. Setelah petugas Transjakarta menjelaskan bahwa dengan Jak Lingko masyarakat bisa naik angkot dan bus Transjakarta dengan harga Rp3500, Indra baru menyadari sistem itu mirip dengan OK OTrip. 

    "Oh, udah berubah namanya?" kata Indra. 

    Tak hanya Indra, beberapa orang yang lalu lalang di halte JPM Tanah Abang pun juga baru kali ini mendengar nama Jak Lingko. Jafar Muslim contohnya, pria paru baya itu juga baru mengetahui soal sistem transportasi Jak Lingko. 

    Menurut Jafar, ia pernah mendengar nama Jak Lingko dari media, namun belum tahu moda transportasi seperti apa Jak Lingko itu. Setelah mendengar penjelasan petugas Transjakarta, Jafar baru paham. 

    Di halte bus Transjakarta Tanah Abang yang berada di bawah skybridge, terpasang instalasi yang berisi informasi soal Jak Lingko. Pada poster yang terpasang di sana, informasi soal harga, makna nama, dan rute Jak Lingko terpampang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.