Tanggul Jebol di Kali Bekasi Diperbaiki Rp 14 Miliar

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanggul Kali Cileungsi di tepi Jalan Cipendawa, Kota Bekasi, amblas, Rabu, 7 Februari 2018. Tempo/Adi Warsono

    Tanggul Kali Cileungsi di tepi Jalan Cipendawa, Kota Bekasi, amblas, Rabu, 7 Februari 2018. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi – Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane mengalokasikan dana Rp 14 miliar untuk revitalisasi tebing dan tanggul  Kali Bekasi di Jalan Cipendawa, Rawalumbu, Kota Bekasi.

    Baca: Rawan Banjir, Tanggul Jebol di Bekasi Diperbaiki Secara Darurat

    Tanggul sepanjang 50 meter lebih di sana rusak parah sejak dua tahun lalu.

    "Pengerjaan mulai tahun depan setelah proses lelang proyek selama 45 hari," kata Kepala BBWSCC, Bambang Hidayah pada Ahad, 16 Desember 2018.

    Menurut dia, pemerintah pusat tak segera melakukan perbaikan tanggul dan tebing di Cipendawa karena menunggu pemerintah Kota Bekasi menghapus aset tersebut. Tanggul jebol itu sebelumnya dibangun oleh pemerintah daerah.

    "Kami tak bisa intervensi kalau barang itu bukan milik kami," ujar Bambang.

    Tanggul dan tebing Kali Bekasi di Cipendawa rusak parah sejak Februari 2017. Tanggul jebol karena terkena hantaman arus dari Sungai Cileungsi ketika ada kiriman air dari Bogor.

    Ambrolnya tanggul yang tak kunjung diperbaiki membuat badan jalan Cipendawa turut terkikis. Akibatnya, satu jalur di jalan tersebut tak bisa dilalui.

    Padahal, jalur tersebut kini menjadi jalur padat kendaraan setelah Jalan Raya Jatiasih dilebarkan. Jalur itu pula kini dipakai akses truk sampah DKI Jakarta menuju ke TPST Bantargebang. Bambang mengatakan, usai revitalisasi tanggul dan tebing, maka proses perawatan ke depan akan menjadi tanggung jawab lembaganya.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Arief Maulana membenarkan, pemerintah daerah telah menghapus aset yang dibangun beberapa tahun yang lalu menggunakan anggaran daerah. "Dulu kami membangun karena desakan dari masyarakat," kata Arief.

    Sayangnya, ketika tanggul rusak parah, pemerintah daerah tak sanggup melakukan perbaikan. Sebab, membutuhkan dana yang cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah melimpahkan proses perbaikan itu kepada BBWSCC di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. "Makanya sekarang kami lepaskan statusnya, dikembalikan ke pusat," ujar dia.

    Baca: Hujan Deras di Bekasi, Tanggul Jatikramat Jebol dan Memicu Banjir

    Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, jalan Cipendawa merupakan akses penghubung wilayah Bantargebang menuju ke Jakarta via tol Jatiasih. Akses tersebut kini semakin ramai menyusul dilebarkannya Jalan Cipendawa dan Jalan Jatiasih serta adanya duplikasi jembatan. "Sekarang statusnya menjadi jalan primer, bukan sekunder lagi," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.