Pengeroyokan TNI, Apa Peran Tersangka Perempuan Suci Ramdani?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para tersangka yang dihadirkan saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018. Seorang pelaku pengeroyokan dua anggota TNI di kompleks pertokoan Arundina, Cibubur, diduga melakukan aksi pemukulan saat terpengaruh minuman keras. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Para tersangka yang dihadirkan saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018. Seorang pelaku pengeroyokan dua anggota TNI di kompleks pertokoan Arundina, Cibubur, diduga melakukan aksi pemukulan saat terpengaruh minuman keras. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya berencana merekonstruksi pengeroyokan yang dialami anggota TNI di area parkir Pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, siang ini, Senin 17 Desember 2018. Pengeroyokan terjadi tepat sepekan lalu yang memicu amuk massa merusak satu rumah orang tua pelaku, satu markas ormas, dan satu markas Polsek Ciracas.

    Baca berita sebelumnya:
    Polisi Cokok Pasangan Suami-Istri Tersangka Kasus Pengeroyokan TNI

    Di antara lima tersangka pengeroyokan itu adalah seorang perempuan bernama Suci Ramdani, 23 tahun. Dia ditangkap bersama suaminya, Iwan Hutapea (31), juga tersangka, di satu rumah di Citayam, Depok, Kamis 13 Desember, atau sehari setelah amuk massa.

    Suci saat pengeroyokan memang berada di lokasi. Dia yang mengenakan celana merah muda beberapa kali sibuk menahan Iwan memburu Kapten Agus Komarudin yang sedang dikeroyok. Berdasarkan kronologis yang pernah diungkap sebelumnya, tak jelas apakah Suci ikut melakukan pemukulan atau tidak.

    Menurut kakak Iwan, TH—yang enggan disebutkan nama terangnya, Suci sebenarnya hanya melerai dalam peristiwa pengeroyokan itu. “Kalau kata warga dan dari video, Suci cuma mau membantu Iwan,” kata TH saat ditemui Tempo di rumahnya pada Kamis siang, 13 Desember 2018.

    Baca juga:
    Ibu Tersangka Pengeroyokan TNI Memohon: Jangan Hancurkan Badannya

    Ihwal keberadaan Suci di lokasi pengeroyokan itu, TH mengaku tak tahu-menahu. Ia mengatakan Suci dan Iwan jarang berkomunikasi dengan keluarga besarnya yang tinggal di Jalan Haji Bain, Ciracas. Mereka, kata TH, sudah mengontrak rumah sendiri di Citayam, Depok.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (tengah) didampingi Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi (kiri) dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Roycke Harry Langie (kanan), menghadirkan sejumlah tersangka saat rilis kasus pengeroyokan anggota TNI di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018. Sebanyak lima tersangka pengeroyokan di kawasan Ciracas telah ditangkap. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Saat dikonfirmasi ulang soal keterlibatan Suci dalam peristiwa itu melalui telepon pada Sabtu malam, 15 Desember, TH memilih bungkam. Ia mengatakan tak tahu apa-apa lagi soal pasangan suami-istri yang dicokok polisi itu.

    Baca: 
    Sebelum Keroyok Anggota TNI, 3 Tersangka Tenggak Miras Kambing Putih

    Ibu Iwan, Surta Hutahaean, juga mengatakan tak bisa memberi informasi apa pun soal Suci. Ia mengaku sedang lemas. Sehari sebelumnya dia menyatakan menerima anak bungsu dan menantunya itu ditangkap polisi karena buron kasus pengeroyokan. "Tapi tolong jangan lukai mereka. Jangan hancurkan badannya,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.