Jadwal KRL Jabodetabek Sering Terlambat, Ini Penjelasan PT KCI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana penumpang di dalam KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Pada H-3 Lebaran dan hari kedua cuti bersama libur Lebaran 2018, KRL Commuter Line Jabodetabek di pagi hari masih ramai penumpang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana penumpang di dalam KRL Commuter Line tujuan Jakarta di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, 12 Juni 2018. Pada H-3 Lebaran dan hari kedua cuti bersama libur Lebaran 2018, KRL Commuter Line Jabodetabek di pagi hari masih ramai penumpang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan masih terus memperbaiki pelayanan perjalanan kereta rel listrik alias KRL di Jabodetabek. Terutama soal ketepatan jadwal keberangkatan kereta.

    Juru bicara PT KCI Eva Chairunisa mengatakan ketepatan waktu keberangkatan kereta menjadi salah satu kendala pelayanan yang masih terus diperbaiki.

    Baca : Ini Kata PT KCI Akan Menambah 356 Gerbang Baru KRL Sampai 2020

    KCI, kata Eva, mengakui bahwa ketepatan jadwal keberangkatan kereta masih sering tidak sesuai.

    "Itu pasti akan selalu terjadi ketika sejumlah kereta masih menggunakan satu jalur yang sama," kata Eva di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Desember 2018.

    Ia menuturkan jalur kereta commuter, kereta jarak jauh dan kereta barang masih berada di jalur yang sama. Keadaan seperti itu, kata dia, terjadi di sejumlah stasiun, salah satunya Stasiun Manggarai.

    Jika salah satu kereta ada yang mengalami keterlambatan, kata dia, maka bakal berdampak pada perjalanan kereta lainnya. "Ini yang berpengaruh," ucapnya. "Selama kondisi rel digunakan bersama, kondiai seperti itu pasti akan timbul."

    Simak juga :
    Malam Tahun Baru, Ini Prediksi KCI Soal Penumpang di KRL Tambahan

    Menurut dia, pihaknya tidak tinggal diam melihat keadaan seperti itu. Kementerian Perhubungan, kata dia, telah membangun jalur rel kereta ganda atau double-double track untuk mengatasi persoalan tersebut.

    Selain itu, pihaknya juga membangun jalur yang memisahkan kereta jarak jauh dengan KRL commuter di Stasiun Manggarai untuk mencegah penumpukan perjalana kereta di satu jalur. "Pembangunan sedang berlangsung dan ditargetkan bisa selesai tahun 2020," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.