Sisca Icun Sulastri, Hidayat, dan Ruang untuk Percakapan 'Nakal'

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    Ilustrasi Media Sosial. Kredit: Forbes

    TEMPO.CO, Jakarta - Sisca Icun Sulastri, 34 tahun, menjadi korban pembunuhan oleh teman kencannya, Hidayat, 22, Minggu 16 Desember 2018. Jasad Sisca ditemukan dalam kondisi telanjang di unit yang disewanya di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, dua hari berselang.

    Baca berita sebelumnya:
    Sebelum Bertemu, Sisca Icun Sulastri dan Hidayat Telah Video Call

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan Sisca tewas dalam perjumpaan pertama dengan Hidayat. Indra menyebut, Sisca dan Hidayat sebelumnya berkenalan via MiChat dan berkomunikasi hanya lewat aplikasi percakapan di telepon genggam Whatsapp.

    Menurut penelusuran Tempo, MiChat acap digunakan sebagai ruang untuk mengobrol virtual dengan topik perbincangan dewasa. Seorang pengguna MiChat, R, laki-laki 19 tahun, asal Jakarta, mengatakan aplikasi itu sudah lazim digunakan untuk mencari teman kencan virtual.

    "Ini memang untuk percakapan yang kadang-kadang 'nakal'," kata R dalam pesan pendek, Sabtu 22 Desember 2018.

    Baca:
    Pelaku Pembunuhan Sisca Icun Sulastri Pasang Tarif di MiChat

    Tempo lantas menjajal mengunggah aplikasi tersebut dengan ponsel Android. Setelah berhasil dan aktif, pengguna diberi pilihan untuk mencari teman berdasarkan lokasi ia tinggal.

    Tersangka pembunuh Hidayat (kiri) dan korbannya Sisca Icun Sulastri

    Sejumlah pesan dari sesama pengguna pun segera berdatangan. Mereka umumnya melempar salam sapa, menanyakan alamat tinggal, jenis kelamin, dan meminta foto. Beberapa di antaranya langsung meminta janjian kencan. Ada pula yang langsung melempar foto diri. 

    Baca: 
    Ditangkap, Pembunuh Sisca Icun Sulastri: Maapin Dayat Mak

    Polisi menyebut Hidayat memasang tarif kencan sebesar Rp 2 juta dalam aplikasi itu. Sisca dikabarkan setuju bakal membayar tarif itu hingga keduanya lalu bertemu pada 16 Desember tersebut.

    Menurut polisi, tarif itu pula yang menjadi latar tewasnya Sisca. Polisi mengatakan Hidayat menuntut uang segera diberikan tapi Sisca Icun Sulastri menolaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.