Tsunami Selat Sunda, Anies Minta Warga Jakarta Tetap Waspada

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pengunjung di Pantai Ancol pada hari libur nasional pilkada serentak 2018, Rabu, 27 Juni. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana pengunjung di Pantai Ancol pada hari libur nasional pilkada serentak 2018, Rabu, 27 Juni. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengarakan, meski bencana tsunami Selat Sunda tak berdampak langsung terhadap laut Jakarta, ia mengimbau kepada semua pihak untuk tetap waspada.

    Baca juga: Ayah Lega, Batu Selamatkan Nyawa Anaknya dari Tsunami Selat Sunda

    “Selalu waspada terhadap segala macam bencana,” kata Anies Baswedan di Jakarta, Selasa, 25 Desember 2018. Anies belum mau berkomentar soal dampak tsunami Selat Sunda terhadap laut di Teluk Jakarta, terutama di Ancol dan sekitarnya.

    Menurut Anies, dampak tsunami Selat Sunda terhadap laut Jakarta harus melalui kajian oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). "Lebih baik saya cek dulu ke BMKG (soal dampak tsunami), baru setelah itu memberikan anjuran-anjuran," ujar Anies.

    Menurut BMKG, Longsor bawah laut Selat Sunda yang terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan tsunami di pesisir pantai Selat Sunda, selatan Pulau Jawa dan Sumatera. 

    Hingga Senin, 24 Desember 2018, jumlah korban tsunami Selat Sunda mencapai 281 orang. Namun penyebab pasti masih diselidiki di antara guguran material dari anak Gunung Krakatau dan letusan anak gunung.

    Walaupun ada bencana tsunami di ujung barat Pulau Jawa, pada hari Ahad dan Senin kemarin kunjungan wisatawan ke pantai Ancol, Jakarta Utara tak berubah. Dampak tsunami Selat Sunda tak memengaruhi kondisi pantai di bagian utara Pulau Jawa. 

    "Kemarin kami koordinasi, mengonfirmasi ke pihak BMKG. Informasi sementara dari mereka sih tidak ada dampaknya. Jalurnya beda, kalau itu kan pantai selatan, kalau kami kan di pantai utara," ujar Manajer Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari, Senin, 24 Desember 2018. 

    Baca juga: Anies: Biaya Warga DKI Korban Tsunami Selat Sunda Diurus Pemda

    Rika menjelaskan, untuk mencegah hal yang tak diinginkan kepada pengunjung pantai, pihaknya memiliki standar operasional prosedur (SOP) pengamanan yang selalu diberlakukan.

    Diantaranya, pemberian garis pantai yang tak boleh dilalui pengunjung, dan menyiapkan lifeguard. “Yang selalu siaga mengamati dan mengawasi aktivitas pengunjung di pantai Ancol,” ujar Rika. Dia berharap tak ada tsunami Selat Sunda susulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.