Rekonstruksi Sisca Icun Sulastri: Hidayat Grogi dan Merapal Doa

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu bagian dari rekonstruksi pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu siang, 29 Desember 2018. Rekonstruksi dilakukan sendiri tersangka Hidayat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Satu bagian dari rekonstruksi pembunuhan Sisca Icun Sulastri di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan, Sabtu siang, 29 Desember 2018. Rekonstruksi dilakukan sendiri tersangka Hidayat. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -Tersangka kasus pembunuhan Sisca Icun Sulastri, Hidayat, mereka ulang aksinya menghabisi nyawa korban di Apartemen Kebagusan City, Jakarta Selatan.

    Hidayat, 22 tahun, digelandang polisi kembali ke tempat kejadian perkara itu pada Sabtu tengah hari, 29 Desember 2018.

    Baca : Ini Motif Pembunuhan Sisca Icun Sulastri versi Rekonstruksi

    Berpakaian oranye khas baju tahanan dan celana pendek berwarna cokelat, Hidayat memperagakan 23 adegan.

    Dikawal pasukan bersenjata laras panjang, bekas petugas kebersihan salah satu apartemen di Pondok Indah ini tampak merapal doa berkali-kali sebelum memperagakan peristiwa pembunuhan.

    Saat tiba di depan unit kamar Sisca, yakni di lantai 19 di salah satu tower apartemen itu, Hidayat terlihat bergumam. Tangannya yang diborgol pun mengatup. Saat merapal doa, mata Hidayat terpejam.

    Baca juga : Rekonstruksi Ungkap Sisca Icun Sulastri Pasang Tarif Rp 2 Juta

    Ia terlihat grogi saat polisi mencopot garis kuning di depan kamar korbannya. Hidayat juga sempat memalingkan muka ke arah kiri ketika pintu apartemen tempatnya berkencan dengan Sisca dibuka oleh polisi.

    Tersangka pembunuh Hidayat (kiri) dan korbannya Sisca Icun Sulastri

    Ketika memulai gelar perkara itu, polisi sempat menegur Hidayat untuk rileks dan bersikap seperti yang ia lakukan saat bertamu di unit apartemen korbannya. “Seperti yang kemarin kamu lakukan saja,” kata salah satu penyidik.

    Gelar perkara itu berlangsung lebih kurang 1 jam. Hidayat mempraktikkan pertemuannya dengan Sisca sejak keduanya ketemu di kolam renang apartemen hingga pembunuhan terjadi.

    Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan inti adegan pembunuhan itu ditandai dalam adegan ke-7 hingga 19. “Pelaku cek-cok hingga terjadi pembunuhan,” kata Indra saat ditemui di tempat yang sama.

    Simak juga :
    Reka Ulang Pembunuhan: Sisca Icun Sulastri Terus Melawan, Meski...

    Sisca tewas di tangan Hidayat lantaran menagih uang upah kencan Rp 2 juta. Saat itu, Sisca enggan melayani Hidayat sebelum duit yang dijanjikan tersebut dibayarkan. Ketika ditagih, Hidayat berdalih. Rupanya, ia tak memiliki uang senilai yang diminta Sisca.

    Tersangka menghabisi Sisca Icun Sulastri dengan pisau dapur. Ia menusuk tubuh korbannya sebanyak empat kali di tiga bagian tubuh, yakni pergelangan tangan, pinggang, dan ulu hati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.