Gunakan Nama Orang Lain untuk Mobil Mewah, Indikasi Money Loundry

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah pemilik mobil mewah Porsche Cayman namun  menunggak pajak, 28 Desember 2018 Tempo/Imam Hamdi

    Rumah pemilik mobil mewah Porsche Cayman namun menunggak pajak, 28 Desember 2018 Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 64 mobil mewah di Jakarta Barat dinyatakan belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Dari jumlah itu, empat di antaranya ternyata menggunakan alamat orang lain yang tidak sesuai dengan kepemilikan kendaraan.

    Baca: Cerita Security di Gang Kecil, Ditagih Pajak Mobil Mewah Porsche

    "Total tunggakan pajak seluruh mobil mewah mencapai Rp 2,5 miliar," kata Kepala Unit Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat, Elling Hartono, Ahad, 30 Desember 2018.

    Menurut Elling, kendaraan roda empat dikategorikan mobil mewah apabila harganya lebih dari Rp 1 miliar. Penggunaan nama orang lain dalam kepemilikan kendaraan ini biasanya untuk menghindari pajak progresif. Selain itu patut juga diduga pemilik kendaraan melakukan praktik money loundry atau pencucian uang.

    Satu dari empat kendaraan mewah yang menggunakan alamat orang lain itu adalah Porche Cayman. Dalam dokumen kepemilikan, mobil itu dibeli oleh Aliyah, 44 tahun, seharga Rp 1,1 miliar. Setelah ditelusuri, ternyata Aliyah adalah istri dari seorang satpam yang tinggal di kawasan Petamburan, Jakarta Barat. “Mobil itu menunggak pajak Rp 28,29 juta,” kata Elling.

    Baca: Sisca Dewi Mengaku Kreditkan Mobil Mewah untuk Irjen Bambang

    Suami Aliyah, Andi, menjelaskan memang telah meminjamkan identitas dirinya dan istri untuk membeli dua mobil mewah. Identitas Andi digunakan untuk membeli mobil Jaguar, sedangkan istrinya untuk membeli Porche tersebut. "Yang Jaguar tidak nunggak pajak," kata Andi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.