Dituduh Memperkosa, Pejabat BPJS TK Ancam Laporkan Eks Asistennya

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban kekerasan seksual RA (kiri) bersama sahabatnya Juwita dalam keterangan pers menceritakan kronologi kekerasan seksual yang dialaminya ketika bekerja di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Korban kekerasan seksual RA (kiri) bersama sahabatnya Juwita dalam keterangan pers menceritakan kronologi kekerasan seksual yang dialaminya ketika bekerja di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat 28 Desember 2018. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin merasa difitnah atas tuduhan pemerkosaan yang ditujukan kepadanya. Karena itu ia mengancam akan melaporkan orang-orang yang menuduhnya.

    Baca: Dituduh Perkosa Sekretaris, Ini Bantahan Pejabat BPJS TK

    "Saya sedang menempuh jalur hukum untuk menegakan keadilan dan mengungkap kebenaran," kata Syafri di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Ahad, 30 Desember 2018.

    Tuduhan pemerkosaan itu dilontarkan mantan sekretaris pribadinya yang berinisial RA. Perempuan 27 tahun itu mengaku telah empat kali dipaksa berhubungan badan oleh Syafri selama periode April 2016 hingga November 2018. Saat mengungkapkan pemerkosaan itu, RA didampingi oleh pakar komunikasi Ade Armando.

    Menurut Syafri, tuduhan RA itu tidak benar. Selama ini dia selalu bersikap baik kepada seluruh bawahannya, termasuk RA. Karena itu bekas Duta Besar Indonesia untuk organisasi perdagangan dunia (WTO) ini meminta semua pihak menghormati proses hukum. "Saya tidak akan berhenti sampai kebenaran yang sebenar-benarnya terungkap," katanya.

    Agar bisa fokus menangani masalah ini, Syafri menyatakan telah mengundurkan diri dari BPJS Ketenagakeraan. "Saya juga tidak ragu membawa kepada proses hukum setiap orang yang melakukan kesewenangan dalam menghakimi seseorang secara sepihak dan berlawanan dengan hukum," ujarnya.

    Kuasa hukum Syafri, Memed Adiwinata, mengatakan tengah menyiapkan langkah hukum untuk membuat laporan ke kepolisian. Mereka yang akan dilaporkan adalah RA dan Ade Armando.

    Baca: Dugaan Pemerkosaan, Sekretaris Pejabat BPJS Kirim Surat ke Jokowi

    Memed menambahkan, nama Ade masuk dalam daftar orang yang akan dilaporkan karena pakar komunikasi itu turut menuduh Syafri. Tuduhan Ade kepada salah satu anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan itu disampaikan kepada wartawan pada Jumat lalu. "Akhir tahun ini atau awal tahun depan kami akan buat laporan ke polisi," kata Memed.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.