Malam Tahun Baru 2019, Tak Ada Kembang Api di Sudirman-Thamrin

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi malam Tahun Baru. Dok Tempo/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi malam Tahun Baru. Dok Tempo/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada perayaan malam tahun baru 2019 pemerintah DKI Jakarta tidak akan menggelar pesta kembang api di Jalan Sudirman-Thamrin. Apalagi selama ini memang tidak pernah ada kegiatan seperti itu di kawasan tersebut.

    Baca : Malam Tahun Baru, Ini Pengganti Pesta Kembang Api di Setu Babakan

    "Di sana banyak gedung-gedung, bahaya. Tahun lalu pun kami enggak bikin pesta kembang api," ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro, Ahad, 30 Desember 2018.

    Dengan alasan yang sama Asiantoro mengimbau agar masyarakat juga tidak menyalakan kembang api di Jalan Sudirman-Thamrin. Selain berbahaya untuk gedung, kembang api selalu menyisakan banyak sampah. "Kasihan teman-teman dari PPSU, bisa sampai pagi ngebersihinnya," ujar Asiantoro.

    Pada perayaan pergantian tahun, pemerintah DKI berencana mengadakan serangkaian acara di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat (Pintu Barat Daya Monas) – Jalan MH. Thamrin (Bundaran HI) – Jalan Jenderal Sudirman hingga Dukuh Atas. Panggung hiburan akan ditempatkan di sejumlah titik, antara lain Bundaran Hotel Indonesia, Pintu Masuk Monas Barat Daya, Perempatan ujung Jalan Kebon Sirih, dan Perempatan ujung Jalan K.H. Wahid Hasyim. 

    Menurut Asiantoro, hiburan yang akan tampil adalah pertunjukan kesenian Betawi dan penampilan grup band ibu kota. "Pokoknya hiburan untuk semua kalangan lah," kata dia.

    Simak pula : 
    Pendaftar Nikah Massal Saat Malam Tahun Baru Tembus 557 Pasangan

    Untuk ajakan zikir bersama pada perayaan malam tahun baru, Asiantoro mengatakan, tak masuk dalam agenda acara. Namun dia memastikan ada acara doa bersama pada pukul 24.00 untuk korban tsunami di Banten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.