Busa di Kali Sentiong, UPK Badan Air: Karena Penyedotan Air Waduk

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air kali atau sungai berbusa. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi air kali atau sungai berbusa. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kali Sentiong atau Kali Item, Jakarta Utara dipenuhi oleh busa warna putih hari ini dan menjadi perhatian di media sosial. Akun instagram @jktinfo mengunggah video penampakan busa tersebut.

    Kepala Satuan Pelaksana Unit Pengelola Kebersihan atau UPK Badan Air Jakarta Utara, Lambas Sigalingging menjelaskan munculnya busa di Kali Sentiong merupakan hal biasa. "Terjadi karena operasional pompa yang menyedot air dari Waduk Sunter Selatan 1 ke Kali Sentiong," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa, 1 Januari 2019.

    Baca: Petugas Pintu Air: Busa di Kanal Banjir Timur Bukti Pencemaran

    Lambas mengatakan Waduk Sunter Selatan adalah tempat penampungan air yang dikendalikan oleh pompa. Jadi, kata dia, bila debit airnya sudah melebihi batas normal, maka akan dibuang dengan cara dipompa atau disedot ke Kali Sentiong.

    Dalam video yang diunggah tersebut, tampak busa berwarna putih menggumpal di atas permukaan air. Tampak pula bagian busa yang berterbangan. Unggahan video tersebut telah mendapatkan sekitar 2.000 komentar dari warganet.

    Mengenai banyaknya busa, Lambas mengatakan dipengaruhi oleh kondisi dari pada waduk sendiri. "Misalnya debitnya tidak terlalu banyak mungkin pompanya dihidupkan hanya satu atau dua. Tapi kalau waduk itu sudah tinggi, mungkin kapasitas maksimal pompa dioperasionalkan," kata dia.

    Menurut Lambas, busa akan hilang dengan sendirinya jika operasi selesai. Saat ini, kata dia, busa juga sudah berkurang.

    Ihwal kemungkinan busa muncul karena adanya limbah di Kali Sentiong, Lambas mengatakan UPK Badan Air tidak bisa menjawab. Menurut dia, UPK Badan Air tidak memiliki alat untuk mengujinya.

    Lambas kembali menegaskan, menurut dia sebab kemunculan busa di Kali Sentiong karena adanya operasi penyedotan air. "Hanya debitnya airnya tinggi sehingga kapasitas maksimum pompa dioperasionalkan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.